BOGOR, Bisnistoday – Aktifitas yang monoton lambat laun akan menimbulkan kejenuhan dalam bekerja. Begitupun yang dirasakan tim redaksi Bisnistoday. Karena, awak kuli digital ini, perlu menjaga keseimbangan dari rutinitas, dengan menggelar touring motoran menyusuri jalan ke arah puncak, Bogor.
Selama perjalanan, banyak perkembangan baru di sepanjang jalur jalan raya puncak Ciawi. Khususnya lingkungan sepadan jalan yang terbiasa terlihat pemandangan warung jajanan kaki lima, sebagian sudah rata tanah sehingga ini menjadikan pemandangan mata makin indah.
Tim Touring menyempatkan diri untuk menyambangi, lokkasi wisata legendaris yakni Wisata Agro Gunung Mas, Puncak. Sudah banyak spot yang menarik, untuk dijadikan background untuk selfie ria bersama kolega. Pemandangan alam kebon teh, dibalut dengan udara dingin pegunungan menjadikan tim makin betah berada di area spot Gunung Mas.
Penggemar touring ini disemangati oleh tim Redaksi yang dimotori oleh Om Harto, K Huda, Sidik, Dannu, Bahar serta Om Ipul. Mereka ini para penjaga gawang sebagai editor handal redaksi bisnistoday.

Lanjut, tim touring, juga mengunjungi, ada spot baru di kawasan Agro Wisata Gunung Mas ini seperti area warung di atas embung kecil serta spot jalan terbuat kayu berada diatas hamparan kebun teh sudah menanti, spot ini juga berada berbagai area. Tapi jangan coba-coba kalau cuaca gerimis, wah bisa kepleset nanti.
Tidak berselang lama, menikmati pemandangan kebon teh Gunung Emas, lalu tim melanjutkan perjalan ke kuliner Sate Hanjawar. Sungguh tepat memang, waktunya siang hari udara cerah di puncak, dengan udara dingin makan sate hangat serta sop Hanjawar.
Spot kuliner ini, memang menjadi salah satu incaran tim touring, ketika sampai di Puncak Pas. Karena, lokasi sate Hanjawar ini tidak jauh dari area Puncak pas, alias Hotel Puncak Pass, lewat sedikit sebelum sampai Cipanas. Tandanya, jalan menuju hotel Le Eminence atau tidak jauh dari jalan masuk itu.
Sate khas, Puncak ini merupakan salah satu kuliner favorite selain sate Marangi di Cipanas. Dengan aroma daging kambing yang menggugah selera makan, sop tulangan kambing ini memang sedep dan pas di lidah. Apalagi, ketika sop kambing ini, dipadukan dengan sate khas Hanjawar, tentu makin komplit nikmatnya.
Seporsi Sop Kambing dan Sate ini sekitar Rp50.000-Rp60.000 per orang. Tim touring makan bersama berlima empat sop kambing bening, ditambah dua porsi sate, sekitar harga Rp.400-an Ribu. Sate Hanjawar ini, ada di depan pas jalan Palasari, Puncak ini, dan sebelahnya ada lokasi yang lebih representatif sebagai resto.
Penjalanan tim touring tidak hanya berhenti disini, pada malam hari dengan udara dingin menyengat paling enak menikmati jagung bakar yang ditawarkan beberapa spot di puncak. Kuliner jagung bakar ini harus dicicipi ketika kuliner di Puncak, karena ke Puncak tanpa jagung bakar kurang lengkap, seperti ada yang tertinggal.
Sambil berbincang kerumunan, untuk mengusir kedinginan, jadi pilihan tepat sambil menunggu panggangan arang jagung bakar ini berkobar. Dengan dibantu abang yang berjualan, dengan kipas ditangan diayun-ayunkan, jagung yang terbakar api lama kelamaan menjadi jagung dengan tekstur yang hitam berbalut aroma margarine. Wah, saatnya menikmati jagung di malam hari yang dingin.
Malam makin larut hingga tim touring pun sudah merasa kurang berdaya, hingga akhir masuk ke barak lagi, dengan diakhiri ngopi bersama di resto salah satu hotel di Ciloto. Bicara sana kemari, dari kehidupan rakyat hingga para pejabat papan atas sudah terlewati. Akhirnya juga, mata tidak kuat untuk bertahan melek hingga larut malam tiba. Hingga keesokan harinya, malam berganti pagi, dan matahari kembali menyambut untuk perjalanan ke rumah masing-masing./
Bogor, Oktober 2024
Tim Redaksi

