JAKARTA, Bisnistoday,- Alamanda Pictures bekerja sama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka baru saja meresmikan peluncuran film bertajuk PRAMUKA pada Senin (20/7), dalam sebuah acara gala premiere yang diselenggarakan secara meriah di CGV Grand Indonesia, Jakarta. Karya sinema bergenre petualangan keluarga ini dirancang sebagai instrumen strategis guna mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, serta semangat gotong royong di tengah arus modernisasi yang kian pesat.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kreatif ini dengan menyatakan, “Film Pramuka merupakan langkah yang patut kita dukung bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui media kreatif. Kami berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi tuntunan yang menginspirasi.”
Kehadiran film ini secara sengaja diposisikan tepat pada momen krusial, yakni menyambut peringatan Hari Pramuka ke-65 serta rangkaian persiapan menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pesan-pesan moral yang tertanam dalam setiap adegan dapat menyentuh sisi edukatif generasi muda, sekaligus memicu semangat kontributif dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Pilihan medium film sebagai sarana edukasi dinilai sangat relevan oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, mengingat pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendominasi konsumsi informasi generasi muda saat ini. Ia menekankan bahwa melalui audio visual, nilai-nilai kepramukaan tidak lagi sekadar menjadi hafalan di atas kertas, melainkan terefleksi melalui visualisasi yang dinamis serta mampu memikat atensi anak-anak maupun orang tua secara luas.
Lebih lanjut, Budi Waseso meluruskan persepsi masyarakat yang selama ini sering kali menyempitkan makna Pramuka hanya sebatas kegiatan berkemah atau sekadar seragam identitas semata. Baginya, organisasi ini merupakan wadah nyata bagi proses pembentukan karakter yang komprehensif, mencakup aspek kepemimpinan, kecakapan hidup yang esensial, kepedulian sosial yang tinggi, hingga penanaman rasa cinta tanah air yang mendalam di jiwa anggota.
Senada dengan hal tersebut, produser Alamanda Pictures, Amanda Latief, menegaskan bahwa visi utama di balik penggarapan film ini adalah untuk menyajikan tayangan keluarga yang tidak hanya sekadar memuaskan dahaga hiburan, tetapi juga memuat muatan pesan moral yang kuat. Ia menuturkan, “Kami percaya sebuah film dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Melalui kisah petualangan anak-anak Pramuka, kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan merupakan bekal kehidupan yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata.”
Cerita film PRAMUKA berfokus pada perjalanan seorang bocah berusia 12 tahun bernama Panji yang tengah mengikuti kegiatan perkemahan tingkat Penggalang bersama sekelompok sahabatnya. Awalnya, kegiatan perkemahan berjalan dengan nuansa petualangan khas anak-anak yang penuh keceriaan, namun suasana berubah menjadi sangat menegangkan ketika mereka secara tidak sengaja tersesat jauh di dalam area hutan.
Dalam kondisi yang terisolasi dan penuh tantangan bertahan hidup, Panji dan teman-temannya dikejutkan dengan penemuan sebuah lokasi yang ternyata merupakan markas tersembunyi milik sindikat penculik anak. Situasi kritis ini menempatkan Panji dalam posisi sulit, terutama ketika ia menyadari bahwa adiknya telah menjadi salah satu korban penculikan yang disekap oleh sindikat berbahaya tersebut di dalam hutan.
Berbekal keterampilan dasar yang dipelajari selama masa kepramukaan, keberanian untuk melawan rasa takut, serta semangat kerja sama yang solid, Panji beserta sahabat-sahabatnya memutuskan untuk melakukan aksi penyelamatan. Mereka berupaya keras menyusun rencana dan bergerak secara taktis demi membebaskan sang adik serta menyelamatkan anak-anak lainnya dari ancaman sindikat penculik yang mengintai di balik rimbunnya hutan.
Sepanjang durasi film, penonton tidak hanya disuguhkan dengan rangkaian adegan aksi yang memacu adrenalin, tetapi juga secara konsisten diajak untuk menyaksikan implementasi nilai-nilai luhur Dasa Dharma Pramuka dalam situasi nyata. Unsur kedisiplinan, tanggung jawab pribadi, semangat gotong royong, hingga kematangan kepemimpinan menjadi benang merah yang mengikat setiap pengambilan keputusan yang diambil oleh para karakter utama selama konflik berlangsung.
Setelah menyaksikan hasil akhir dari karya ini, Budi Waseso secara khusus mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka di seantero Indonesia untuk memberikan dukungan penuh terhadap pemutaran film PRAMUKA. Harapannya, dengan adanya dukungan masif dari para anggota, film ini mampu menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, sehingga citra Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal tetap eksis dan memiliki relevansi tinggi di tengah dinamika era modern.
Acara peluncuran yang dihadiri oleh jajaran petinggi Kwarnas, termasuk Sekjen Kwarnas Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Nugroho, serta para pemeran film, menandai langkah awal distribusi karya ini ke bioskop-bioskop tanah air. Melalui narasi perjuangan Panji dan kawan-kawan, diharapkan masyarakat dapat menangkap pesan bahwa keterampilan kepramukaan bukan hanya tentang atribut, melainkan kompetensi krusial yang diperlukan generasi muda dalam menghadapi segala tantangan di kehidupan nyata.(Adit)









































