BUKITTINGGI, Bisnistoday – Menikmati karupuak leak sambil duduk-duduk bersama keluarga di pelataran Jam Gadang, di tengah sejuknya udara pagi kota wisata Bukittinggi, memberikan sensasi nikmat yang tak terlupakan. Jika berkunjung ke kota Bukittinggi, jangan lewatkan jajanan legendaris ini.
Nama “leak” konon berasal dari kebiasaan saat menyantapnya. Dalam bahasa Minang, kata “tumpah” atau “berantakan” dapat diartikan sebagai “baleak”, merujuk pada kuah sate yang tumpah saat dinikmati. Makan karupuak leak memang tak bisa rapi, pasti berantakan karena kuah yang baleak, tapi di situlah sensasinya.
Jajanan ini erat kaitannya dengan nostalgia masa kecil. Dulunya karupuak leak mudah ditemui dijajakan oleh pedagang kecil, seringkali di depan sekolah dasar (SD) dengan harga yang sangat terjangkau.
Terbuat dari bahan yang sederhana, namun rasanya istimewa menjadikan karupuak leak diminati berbagai kalangan. Perpaduan kerupuk singkong, kuah sate Padang yang gurih, serta taburan bihun di atasnya yang menambah tekstur dan cita rasa lezat.
Karupuak leak dapat ditemukan di berbagai sudut kota Bukittinggi, terutama di kawasan ikonik Jam Gadang. Dengan harga Rp. 2.000 hingga Rp 5.000, pengunjung sudah dapat menikmatinya. Cemilan ini telah mencuri hati banyak penikmat kuliner Nusantara. Seringkali menjadi rasa yang dirindukan bagi para perantau saat jauh dari kampung halaman.
Karupuak leak lebih dari sekadar jajanan lezat, tapi merupakan Warisan budaya Ranah Minang. Kehadirannya melambangkan kearifan lokal dan kekayaan kuliner khas Sumatera Barat. Menikmatinya di Bukittinggi serasa mengecap sepotong narasi historis dan pesona dari kota yang penuh daya tarik ini. (E2-Dira)







































