JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah mengembalikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Hal itu disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Ifthar Jama’i Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jakarta, Minggu (15/3).
Dalam sambutannya, Ferry mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini ditujukan untuk menggerakkan kembali ekonomi lokal dan memperluas partisipasi masyarakat yang selama puluhan tahun tergerus arus liberalisasi ekonomi.
Presiden, kata Ferry, telah menerbitkan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih. Hingga kini, sekitar 83 ribu akta badan hukum koperasi telah terbit di seluruh Indonesia.
Selain legalitas, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur melalui Inpres Nomor 17 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan pembangunan 32 ribu unit fisik koperasi, meliputi gudang, gerai, dan fasilitas pendukung, dapat rampung dalam dua bulan ke depan.
Dalam proses persiapan, Kemenkop juga menemukan masih banyak desa yang belum memiliki akses listrik dan internet memadai. Karena itu, pemerintah berkoordinasi dengan PLN untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala kecil, serta bekerja sama dengan Kominfo dan Telkom untuk mendukung digitalisasi koperasi di daerah terpencil.
“Kita tidak ingin anak muda desa terus pindah ke kota. Dengan Koperasi Desa, kita bangun ekosistem usaha di desa agar ekonomi tumbuh dan lapangan kerja tercipta,” kata Ferry.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, menilai organisasi kemasyarakatan Islam perlu menangkap peluang yang terbuka di sektor ekonomi dan pendidikan.
Menurut Adian, pemerintah saat ini memberi ruang besar bagi penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, ormas Islam perlu segera memperkuat koordinasi agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kita perlu segera konsolidasi dan koordinasi. Pemerintah sudah membuka jalan. Sangat rugi jika peluang ekonomi ini tidak dimanfaatkan dengan baik sebagai bagian dari amanah,” kata Adian.



