www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 15 Agustus 2026
Home GLOBAL Menlu Inggris : Kekuatan Perang Cara Tercepat Untuk Damai
GLOBALKawasan Global

Menlu Inggris : Kekuatan Perang Cara Tercepat Untuk Damai

ILUSTRASI Foto perdamain untuk kecamuk perang Rusia-Ukraina.
Social Media

VALLETTA, Bisnistoday – Mempersenjatai Ukraina untuk mempertahankan diri melawan Rusia adalah jalan paling cepat untuk mencapai perdamaian. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly pada Minggu (5/2).

“Seperti semua penguasa otoriter, (Presiden Rusia Vladimir) Putin hanya merespons kekuatan lawan-lawannya,” tulis Cleverly di surat kabar Times of Malta menjelang kunjungannya ke Malta pada Selasa (7/2).

Malta, negara pulau di Laut Mediterania, mengambil alih kepresidenan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1 Februari.

Lebih lanjut Cleverly merasakan senang bahwa Jerman dan Amerika Serikat telah mau bergabung dengan Inggris dalam  pengiriman bantuan tank ke Ukraina.

“Mengirimkan Ukraina alat yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan hal ini adalah jalan tercepat –bahkan satu-satunya menuju perdamaian,” dalam tulisannya.

Perang di Ukraina diperkirakan akan menjadi topik pembicaraan utama antara Inggris dan Malta, negara yang juga merupakan anggota Uni Eropa (EU).

Malta telah berusaha membantu Ukraina dengan menegakkan sanksi Uni Eropa pada Rusia serta dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan dan generator listrik. Sejumlah kecil tentara Ukraina juga dirawat di rumah sakit milik Malta.

Topik bahasan lain yang mungkin akan muncul selama kunjungan Cleverly adalah hubungan Inggris dengan EU, hubungan dengan negara-negara Afrika Utara, terutama Libya, dan soal migrasi.

Inggris dan Malta, bekas jajahannya selama ini memiliki hubungan hangat. Inggris membantu Malta di berbagai bidang, seperti pelatihan militer, penyediaan perawatan kesehatan khusus, dan pendidikan. Bagi Malta, Inggris adalah sumber pariwisata terbesar dan salah satu mitra dagang utama.

Pengalaman Menakutkan

Direktur Utama Kamar Usaha Kecil dan Menengah Malta Abigail Mamo mengatakan minggu lalu bahwa Brexit (pemisahan Inggris dari EU) telah menjadi “pengalaman yang menakutkan bagi pelaku bisnis Malta”.

“Akibat Brexit, cara berbisnis, bahkan untuk merek Inggris di Malta, harus berubah; semuanya tidak senyaman dulu,” kata Mamo.

Sebelumnya pada Senin (23/1), Andriy Yermak, kepala staf Presiden Volodymyr Zelenskyy, mengatakan Ukraina membutuhkan beberapa ratus tank dari negara-negara Barat sekutunya untuk melancarkan serangan balik dan merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia./Ant/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Warga berjalan melewati reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa bumi di Cali, Kolombia, 10 Agustus 2026. Foto: Ernesto Guzmán Jr/EPA
Kawasan Global

Ratusan Tewas, Ribuan Bangunan Ambruk Akibat Gempa di Kolombia

JAKARTA, Bisnistoday ; Jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi di Kolombia,...

Warga berjalan melewati reruntuhan bangunan yang ambruk setelah gempa bumi di Cali, Kolombia, 10 Agustus 2026. Foto: Ernesto Guzmán Jr/EPA
Kawasan Global

Sedikitnya 20 Orang Tewas Akibat Gempa di Kolombia

JAKARTA, Bisnistoday - Setidaknya 20 orang tewas akibat gempa bumi berkuatan 7,4...

Wamenperin
Kawasan Global

Forum BRICS TMM : Wamenperin Sampaikan Pentingnya Kolaborasi Industri Internasional Ditengah Disrupsi Teknologi

JAKARTA, Bisnistoday - Ketahanan industri global kini tidak lagi ditentukan semata oleh...

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...