JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara gamblang mengungkap deretan indikator perekonomian nasional yang mendadak menunjukkan sinyal sangat positif pada September 2026. Lonjakan performa ini terlihat jelas dari membaiknya PMI Manufaktur, terjaganya laju inflasi BPS, hingga capaian surplus neraca perdagangan luar negeri.
Pemerintah menyambut gembira kabar baik ini lantaran menjadi bukti nyata bahwa mesin pertumbuhan ekonomi dalam negeri mulai kembali melaju kencang. “Hari ini ada beberapa angka yang keluar yang cukup membesarkan hati,” tegas Suahasil di Jakarta, Kamis (1/9).
Indeks PMI Manufaktur Indonesia secara mengejutkan melompat tajam kembali ke zona ekspansif di level 52,4 pada September 2026 dari bulan sebelumnya yang sempat terkontraksi. Capaian impresif ini sekaligus mencatatkan rekor perbaikan kondisi bisnis domestik terkuat sejak awal tahun.
Geliat sektor manufaktur ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa aktivitas produksi nasional makin bergairah. “Ini tanda perekonomian kita bergerak,” ujar Suahasil optimis menyikapi kebangkitan dunia usaha Tanah Air.
Dari sisi kestabilan harga, Badan Pusat Statistik melaporkan laju inflasi tahunan September 2026 terkendali aman di angka 3,28 persen. Angka tersebut berada sangat pas dalam rentang target sasaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pergerakan positif dari seluruh sektor bisnis ini diharapkan mampu memberi kepastian serta rasa percaya diri bagi para pelaku industri untuk terus berekspansi. “Bersama-sama dengan PMI melanjutkan proses produksi, memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak, menumbuhkan ekonomi,” tambahnya.
Kinerja perdagangan internasional turut menyumbang kabar gembira setelah mencatatkan surplus fantastis sebesar 3,35 miliar dolar AS pada Agustus 2026. Peningkatan impor bahan baku serta barang modal di dalamnya memberi sinyal kuat bahwa investasi sektor produktif terus berlanjut.
Pemerintah juga menyambut baik kebijakan perluasan instrumen moneter Bank Indonesia yang melibatkan obligasi BUMN finansial demi memperlancar likuiditas pasar. Langkah strategis kolaboratif ini diyakini bakal menjadi fondasi utama yang makin kokoh untuk menggerakkan roda ekonomi Indonesia ke depan.






































