www.bisnistoday.co.id
Kamis , 11 Juni 2026
Home EKONOMI Menteri PUPR Dorong Jasa Konstruksi Lebih Transparan dan Akuntabel
EKONOMI

Menteri PUPR Dorong Jasa Konstruksi Lebih Transparan dan Akuntabel

Social Media

Jakarta, Bisnistoday – Kementerian PUPR mendorong para pelaku jasa konstruksi untuk mendukung proses penyatuan data informasi pelaku usaha untuk lebih transparan dan akuntabel melalui sistem informasi pengalaman atau dikenal SIMPAN. 

“Sepertinya halnya dengan LHKPN yang dilakukan KPK, sekali mengisi semua muncul data yang sama. Baik isinya pengalaman kerja perusahaan maupun tenaga kerja,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam pembukan pameran Konstruksi Indonesia di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (24/11).

Didalam sambutanya, Menteri PUPR ini menyatakan, dengan satu data yang sama yang dipegang dari Aceh hingga Papua, maka proses penyeleksian dapat lebih cepat, efisien dan transparan. “Kita lebih efisien dan lebih cepat. Tak perlu banyak verifikasi. Satu data sama, dan lebih cepat,” tuturnya. 

Menurutnya, hanya dengan transparansi yang dapat mengurangi penyelewengan anggaran. Basuki juga mengungkapkan keinginanya untuk mendapatkan proses transparansi seperti yagn didapatkan kementerian lainnya melalui ajang transparansi award. 

“ini penting, apalagi tahun ini dengan pertumbuhan ekonomi Kuartal III dan IV lebih banyak mengandalkan dukungan belanja pemerintah. Investasi belum meningkat, disisi lain tingkat konsumsi juga masih rendah,” tuturnya. 

Sementara, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Ruslan A Rivai mengatakan, pameran Konstruksi Indonesia bertujuan sebagai ajang tukar informasi dalam pengembangan usaha jasa konstruksi nasional. Masyarakat Jasa Konstruksi harus bahu membahu menuju tatanan kehidupan baru (new normal) dan tidak lantas pasrah dengan keadaan. 

Kegiatan Konstruksi Nasional dilakukan secara gratis bagi peserta seminar yang akan dilakukan dari 24 November hingga 3 Desember 2020. Berbagai isu yang dibahas dalam serangkaian seminar antara inovasi, serta digitalisasi industry.

Dengan rangkaian smeina membahas, inovasi dalam tahapan konstruksi serta digitalisasi jasa konsruksi. Sekitar 40  perusahaan dari negara Jerman, Belanda atau  Kanada turut berpartisipasi. “Nantinya akan disampaikan kepada Ditjen Bina Konstruksi mengenai pelaksanaan SIMPAN sebagai terobosan dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi.”

Fondasi Pembangunan

Ketum Kadin, Rosan P Roeslani menuturkan, arti pembangunan infrastruktur, adalah fondasi pembangunan menciptakan lapangan kerja sebagai titik skonomi baru. Infrastruktur juga merupakan pembangunan peradapan dan keadilan sosial. “Indonesia akan percepat pembangunan infrastruktur dengan tujuan terhubungnya kawasan ekonomi, wisata, perkebunan, tambak dan lainnya,” tuturnya. 

Konstruksi Indonesia sebagai salah satu wadah pelaku usaha yang produktif untuk memperkuat infrastuktur berkelanjutan di Indonesia. Pembangunan infrastruktur pendorong perekonomian nasional dengan moment yang tepat ketika dalam pandemik.

“Inovasi jasa konstruksi dengan teknologi digital, sebagai kunci, pemenangan di kancah internasional dengan terciptanya produktifitas yang efisien,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar AS tetap Perkasa di Tengah Meningkatnya Konflik Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar AS tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kokoh di Industri, Regina Realty Menjadi Acuan Memilih Properti Menguntungkan

JAKARTA, Bisnistoday – Membangun bisnis dari pengalaman mengelola dan mengembangkan aset secara...

OpenAI (dok:Unsplash/Levart Phorographer)
EKONOMI

Tidak Mau kalah dari Pesaing, OpenAI Berencana IPO

JAKARTA- Bisnistoday - OpenAI, perusahaan teknologi yang membuat ChatGPT, diam-diam mengajukan penawaran...

Sebuah proyek konstruksi di Kuala Lumpur . Malaysia (dok:Unsplash/Sam)
EKONOMI

Perang AS-Iran bakal Berdampak Struktural di ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Perang AS-Iran telah berlangsung lebih dari tiga bulan. Meski...