JAKARTA, Bisnistoday- Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (27/12) ditutup menguat 12,54 poin keposisi 6.575,44. Sementara indeks LQ 45 naik 2,54 poin ke posisi 933,49.
Tim riset Indo Premier Sekuritas dalam kejainnya menyebutkan, meredanya kekhawatiran investor terhadap virus Covid-19 varian Omicron dan naiknya harga beberapa komiditas seperti CPO, nikel, timah dan emas menjadi pendorong naiknya IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI).
Disebutkan, penelitian terbaru menunjukkan Omicron menghasilkan penyakit yang lebih ringan dan tingkat rawat inap yang lebih rendah daripada varian sebelumnya. Kendati demikian, banyak pihak menilai masih banyak yang harus dipelajari tentang varian tersebut.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor terkoreksi dimana sektor barang konsumen non primer turun paling dalam yaitu minus 0,71 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi masing-masing minus 0,37 persen dan minus 0,22 persen.
Sedangkan lima sektor meningkat dimana sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,41 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing 0,83 persen dan 0,845 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp364,89 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp96,09 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.220.796 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,01 miliar lembar saham senilai Rp9,87 triliun. Sebanyak 265 saham naik, 248 saham menurun, dan 158 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 121,91 poin atau 0,42 persen ke 28.676,46, indeks Shanghai turun 2,08 poin atau 0,06 persen ke 3.615,97, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,04 atau 0,13 persen ke 3.104,24.
Rupiah Melemah
Senebtara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 32 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp14.229 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.197 per dolar AS.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.222 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.185 per dolar AS hingga Rp14.236 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ditutup melemah ke posisi Rp14.225 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.219 per dolar AS./










































