MANADO, Bisnistoday – Melalui pengembangan jejaring investor global dan kemitraan strategis, North Sulawesi Investment Group (NSIG) memperkuat langkahnya dalam mendorong investasi berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur. NSIG yang berada dibawah naungan PT Nusantara Sinergi Investama Global (PT NSIG) bertujuan menghadirkan investsi yang memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi daerah, selain mendukung investasi nasional.
Managing Director NSIG, Corry Angelica Waleleng menilai bahwa Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, memiliki potensi sumber daya alam dan peluang investasi yang besar. Hanya saja, potensi tersebut memerlukan dukungan ekosistem investasi yang mampu mempertemukan investor dengan peluang usaha yang tepat. Dengan begitu, investasi yang terealisasi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“NSIG hadir untuk memberikan solusi nyata melalui pendampingan investasi yang profesional dan bertanggung jawab. Kami ingin memastikan investasi yang masuk ke Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek hukum, sosial, dan lingkungan,” ujar Corry di Manado, Sabtu (25/7).
NSIG, kata Corry, hadir sebagai konsultan bisnis independen yang mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, serta prinsip pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, setiap proses investasi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Guna merealsiasikan tujuan tersebut, NSIG menyediakan layanan pendampingan investasi melalui skema business to business (B2B) dan business to government (B2G). Sendangkan, pendampingan dilakukan sejak tahap identifikasi potensi investasi melalui riset komprehensif, penyusunan analisis kelayakan, hingga penyelenggaraan forum business matching yang mempertemukan investor dengan pemerintah daerah maupun pelaku usaha.
Menurut Corry, pendekatan berbasis riset memungkinkan peluang investasi dipetakan secara lebih akurat sehingga investasi yang masuk tidak hanya menguntungkan secara komersial, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Saat ini NSIG memfokuskan pendampingannya pada sejumlah sektor strategis, antara lain pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, pariwisata, jasa, pertambangan, dan infrastruktur. Selain menarik investasi, perusahaan juga menaruh perhatian pada pengembangan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas.
Dalam upaya memperluas jejaring internasional, NSIG telah menggelar pertemuan bisnis di Shenzhen, China, pada awal Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi investasi Sulawesi Utara kepada mitra bisnis internasional sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal China serta firma hukum internasional. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya minat investor asing terhadap sektor-sektor berbasis sumber daya alam di Indonesia.
Ke depan, NSIG membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, asosiasi dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, hingga organisasi pembangunan internasional. Melalui sinergi tersebut, NSIG berharap dapat memperkuat iklim investasi yang sehat, meningkatkan daya saing kawasan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur melalui investasi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan./
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)























