JAKARTA, Bisnistoday – Tirai panggung akbar Piala Dunia telah ditutup. Banyak drama yang dipentaskan selama lebih dari sebulan pertunjukan, tidak hanya di dalam tapi juga luar lapangan.
Selain kisah para aktor lapangan hijau, kadang terselip cerita dari orang-orang biasa di seputar perhelatan ini yang tak kalah menarik. Kisah tentang Ana Candida Evora, misalnya. Perempuan ini adalah ibu dari kiper Tanjung Verde, Vozinha yang tampil cemerlang dengan menahan imbang Spanyol dan Uruguay, sebelum akhirnya ditaklukkan Argentina di babak 32 besar dengan susah payah.
Awalnya, Evora tidak bisa menyaksikan penampilan putra kesayangannya itu pada laga perdana di penyisihan Grup H melawan Spanyol, lantaran tidak punya ongkos untuk pembuatan visa ke AS. Usai laga itu, Vozinha, yang gawangnya tak mampu ditembus Tim Matador, menceritakan kisah sedih itu kepada wartawan.
Kekuatan media sosial kemudian membuat kabar ini viral dan menyentuh hati banyak orang, termasuk salah seorang pemimpin Partai Demokrat di senat AS, Hakeem Jeffries. Ia pun mendesak Menteri Luar Negeri, Marco Rubio untuk mengizinkan ibu Vozinha memasuki negara tersebut. Evora pun akhirnya bisa menyaksikan penampilan putranya saat menghadapi Uruguay.
Dukungan dari orang tercinta juga diperoleh Lamine Yamal. Bintang sepak bola Spanyol yang baru berusia 19 tahun ini, selalu mendapat support dari adiknya yang baru berusia tiga tahun. Bocah laki-laki bernama Keyne itu kerap berlari ke pelukan kakaknya sebelum memasuki lapangan.
Adegan ini menjadi salah satu sensasi yang mengharukan di Piala Dunia tahun ini. Apalagi, sorot kamera kerap menayangkan wajah bocah polos dan menggemaskan itu di layar raksasa ketika mendukung kakaknya dari tribun penonton.
Tangis Bocah Uzbek
Ada lagi kisah bocah Uzbekistan yang tertangkap kamera menangis sesenggukan sembari memegang replika trofi Piala Dunia, usai tim kesayangannya kalah 1-3 dari Kolombia. Para suporter Kolombia yang ada di dekatnya merasa iba dan berusaha menghibur bocah tersebut dengan meneriakkan ‘Uzbekistan !, Uzbekistan !.”
Momen itu, lagi-lagi viral di media sosial dan menggugah simpati Timnas Uzbekistan. Mereka lalu mengundang anak laki-laki bernama Isfandiyor Begmatov itu, ke sesi latihan tim dan bertemu para pemain. Bocah itu pun senang dan pulang membawa jersey Uzbekistan dan segenap cinta dari para pemain tim nasional negeri itu.
Orang bilang, sepak bola adalah pentas mini kehidupan. Di dalamnya ada harapan, perjuangan, dan juga kekecewaan. Seberat apapun lakonnya, kita memang butuh simpati dan dukungan dalam menjalaninya, terutama dari orang-orang tercinta.//








































