JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang selama bertahun-tahun mangkrak dan menjadi pemandangan tak terpisahkan di sejumlah ruas jalan ibu kota pada Rabu (14/1). Langkah ini menandai berakhirnya proyek transportasi ambisius yang gagal terealisasi, sekaligus menjadi simbol penataan ulang wajah Jakarta.
Pembongkaran dilakukan secara bertahap, dimulai dari kawasan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika. Alat berat dikerahkan untuk merobohkan tiang beton berukuran besar tersebut dengan pengamanan ketat guna menjaga keselamatan pengguna jalan serta meminimalkan kemacetan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan, pembongkaran ini merupakan bentuk keberanian pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan lama yang selama ini dibiarkan tanpa kepastian.
“Tiang monorel ini adalah simbol proyek yang tidak pernah selesai. Jakarta tidak boleh terus dibebani oleh warisan kegagalan masa lalu. Kita bongkar, kita rapikan, dan kita manfaatkan ruang kota ini untuk kepentingan warga,” ujar Pramono di Jakarta, Selasa (13/1).
Menurut Pramono, keberadaan tiang monorel yang mangkrak tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Ia memastikan area bekas pembongkaran akan dimanfaatkan untuk mendukung transportasi publik yang sudah terbukti efektif.
“Ke depan, ruang ini akan kita optimalkan untuk jalur transportasi massal yang jelas manfaatnya, seperti TransJakarta, penguatan jalur pejalan kaki, dan integrasi antarmoda. Prinsipnya, setiap jengkal ruang kota harus memberi manfaat nyata,” katanya.
Lebih Dari Satu Dekade
Proyek monorel Jakarta pertama kali digagas lebih dari satu dekade lalu sebagai solusi kemacetan. Namun, berbagai persoalan, mulai dari pendanaan hingga sengketa hukum, membuat proyek tersebut terhenti dan meninggalkan ratusan tiang beton tanpa fungsi.
Pramono juga menegaskan komitmennya agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.“Saya sudah instruksikan, tidak boleh lagi ada proyek besar yang tidak didukung perencanaan matang dan kepastian pendanaan. Jakarta harus belajar dari pengalaman pahit ini,” tegasnya.
Sejumlah warga menyambut positif langkah pembongkaran tersebut. Mereka menilai keputusan Pemprov DKI sebagai upaya serius membersihkan “jejak kegagalan” sekaligus memperbaiki tata kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan proses pembongkaran seluruh tiang monorel rampung dalam beberapa bulan ke depan. Dengan langkah ini, Jakarta diharapkan benar-benar menutup lembaran lama pembangunan kota dan bergerak menuju sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan./


