www.bisnistoday.co.id
Selasa , 4 Agustus 2026
Home EKONOMI Pemerintah Dorong Maggot sebagai Bahan Pakan Ikan
EKONOMI

Pemerintah Dorong Maggot sebagai Bahan Pakan Ikan

Plt Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kusdiantoro
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Budidaya maggot (larva lalat jenis Black Soldiers Fly) merupakan bahan dalam pembuatan pakan ikan mandiri yang bersifat nirlimbah sehingga pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus mendorong.

“Produksi maggot memegang prinsip zero waste (nirlimbah) yang tengah digenjot Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan lingkungan,” kata Plt Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kusdiantoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/11).

Kusdiantoro menjelaskan, maggot merupakan jenis komoditas yang memiliki banyak keunggulan untuk dibudidayakan. Keunggulan itu antara lain maggot dapat diproduksi dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, budidayanya mudah dan pakan yang digunakan sangat bersahabat, yaitu dengan memanfaatkan sampah organik. “Praktik ini tentunya meningkatkan nilai ekonomi dan berperan dalam mengatasi masalah sampah,” kata Kusdiantoro.

KKP juga telah mendorong pembuatan pakan ikan antara lain dengan menggelar Pelatihan Budidaya Manggot bagi 100 orang masyarakat perikanan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada 23-24 November 2021.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi mengenai biokonversi sampah organik, pengenalan maggot, pengenalan bahan baku (media) budidaya maggot, budidaya Black Soldier Fly (BSF), produksi maggot dan aplikasi maggot sebagai pakan.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Puslatluh), Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan, maggot yang merupakan larva lalat BSF ini adalah salah satu bahan solusi pakan alternatif yang cukup murah dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Pasalnya hewan ini mengandung protein yang cukup tinggi.

“Kandungan protein dalam larva BSF ini mencapai 41 sampai 42 persen, cukup setara dengan kandungan protein pada pakan ikan pabrikan yang berkisar antara 20 hingga 45 persen. Selain itu, maggot juga mengandung kalsium, fosfor dan nutrisi lainnya yang baik bagi pertumbuhan ikan,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR, Panggah Susanto menyebut, budidaya maggot ini didukungnya sebagai tantangan dan respons pemerintah bagi isu sampah dan lingkungan baik di perkotaan maupun perdesaan.

“Dengan adanya kegiatan pengumpulan sampah organik dari pasar-pasar lokal, diharapkan dapat mengurangi beban TPA, karena sampah yang diolah tersebut dapat menjadi media bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan maggot serta hasil lain seperti pupuk kompos dan cair,” ucap Panggah./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Komitmen Jaga Integritas Anti Korupsi Guna Sukseskan Program KDKMP

JAKARTA, Bisnistoday –  Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya menjaga integritas dan kepercayaan publik...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Puji Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo

JAKARTA - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memuji Festival Bunga dan Buah Karo...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Nilai Minat Kalangan Muda Berkoperasi Semakin Tinggi

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan minat kalangan muda...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri LH Ajak Koperasi Masuk Pasar Karbon

JAKARTA, Bisnistoday — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara konsisten...