www.bisnistoday.co.id
Kamis , 22 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film Penganugerahan Kebudayaan Segera Digelar
Rona & Film

Penganugerahan Kebudayaan Segera Digelar

DIRJEN Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid di Jakarta.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menyelengarakan Malam Puncak Acara Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2023 yang dijadwalkan berlangsung 27 Oktober, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

AKI merupakan pemberian penghargaan bidang kebudayaan oleh Pemerintah Pusat, melalui Kemendikbudristek, kepada individu, komunitas atau kelompok, dan/atau lembaga yang dinilai berprestasi maupun berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan.

Pemberian penghargaan kebudayaan ini telah dimulai tahun 2007 dan terus dilanjutkan oleh Kemendikbudristek pada 2012 hingga kini pada setiap tahunnya. Kemendikbudristek membagi kategori-kategori tertentu bagi setiap penerima penghargaan dalam AKI.

Pertama, pemberian penghargaan Gelar Tanda Kehormatan dari Presiden Republik Indonesia yang terdiri dari Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Satyalancana Kebudayaan.

Selanjutnya yang kedua adalah penghargaan Kebudayaan dari Menteri Dikbudristek untuk kategori Pelestari, Pelopor dan Pembaru, Anak/Remaja, Maestro Seni Tradisi, Lembaga dan Perorangan Asing, Masyarakat Adat, Pemerintah Daerah, serta Media.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid mengatakan, pelaku budaya memiliki nilai strategis penting sebab dengan peran maupun eksistensi mereka maka warisan budaya sejak dulu sampai saat ini masih terus bertahan dan terjaga.

Hilmar mengemukakan, amat wajar dan sepatutnya jika pemerintah Indonesia menaruh perhatian khusus dan mengapresiasi kinerja para pelaku budaya nasional perseorangan atau kelompok sebab komitmennya dalam melestarikan peradaban kebudayaan di Tanah Air.

“Pelaku budaya itu adalah contoh keteladanan dalam pemajuan kebudayaan. Dengan semangat dan prinsip gigihnya mereka selalu berkreasi, berkarya, dan bekerja merawat kebudayaan bangsa demi masa depan Indonesia. Pelaku budaya tersebut mempunyai andil besar menanamkan nilai luhur, pekerti, sosial, sebagai wajah asli kebudayaan Indonesia,” ujar Hilmar, di Jakarta, Kamis, (12/10).

Himar mengungkapkan, kepedulian pelaku budaya akan berpengaruh pada hidupnya ekosistem kebudayaan Indonesia sehingga mendorong masyarakat lainnya untuk bergerak yang sama. Haraoannya dari terwujudnya hal itu dapat menjadikan Indonesia sebagai negara adidaya budaya.

Sedangkan Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbudristek Restu Gunawan menyebut, penyelenggaraan AKI adalah salah satu realisasi mendorong semua pihak untuk bersama memajukan kebudayaan Indonesia dengan segala keragamannya.

Restu menyampaikan, dalam nilai-nilai kebudayaan diperlukan pengembangan atau inovasi secara maksimal dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Inovasi dan semangat tersebut, papar Restu, telah ditunjukkan para pelaku budaya penerima penghargaan AKI.

“Terdapat sisi religi, norma, adat, seni, dalam nilai kebudayaan yang kerap dijadikan rujukan masyarakat yang tertanam kuat dalam interaksi sehari-harinya. Itu perlu diikembangkan dan dilestarikan berkelanjutan, khususnya oleh generasi masa depan,” ucap Restu.

Sebelumnya, pada 14 Agustus lalu Presiden Joko Widodo secara langsung menyematkan gelar tanda kehormatan kepada tiga pelaku budaya, melalui ahli warisnya, yang telah berjasa di bidangnya masing-masing. Pertama, Tjokorda Gde Agung Sukawati yang berhasil melakukan diplomasi kebudayaan serta menjadi pionir berkembangnya pariwisata berakar seni budaya Bali dikenal sebagai cultural and community-based tourism.

Kedua,  Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Djojokusumo selaku pendiri Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI) kemudian bertransformasi menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan juga sosok utama penggabungan seluruh perguruan tinggi swasta se-Surakarta menjadi Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Ketiga,  Mohamad Amir Sutaarga, seorang pakar museum sekaligus peletak dasar pembangunannya dan pencetus pengembangan Ilmu permuseuman di Indonesia.

Dalam pemberian penghargaan di Istana Negera itu, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Tjokorda Gde Agung Sukawati dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Djojokusumo. Sementara Mohamad Amir Sutaarga memperoleh gelar tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rona & Film

Film Laut Bercerita: Harapan Indonesia Bergantung pada Semangat Anak Muda

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Film Laut Bercerita mengangkat semangat anak muda dalam memperjuangkan...

Rona & Film

Teaser Diputar di Bioskop mulai 22 Oktober 2026, Bersama Film Paragon Pictures, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment merilis teaser Oki & Nirmala,...

Rona & Film

MVP Pictures Garap Hungry Ghost Festival, Gabungkan Teror Mistik dan Komedi Segar

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- Industri film Indonesia kembali menyuguhkan karya terbaru yang menggabungkan teror...

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup, Senin (5/10/2026) malam. (dok:PSSI)
Rona & Film

Puluhan Ribu Suporter Siap Dukung Timnas di GBK

JAKARTA, Bisnistoday.co.id –Timnas Indonesia akan mendapat dukungan penuh dari mayoritas penonton yang...