Press "Enter" to skip to content

Perdagangan Saham di BEI Makin Sepi, IHSG Terus Melemah

Perdagangan saham di BEI makin sepi, IHSG kembali melemah

JAKARTA, Bisnistoday- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin (3/5) relatif sepi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 43,02 poin keposisi 5.952,6, sementara indeks LQ-45 turun 9,38 poin ke posisi884,34.

Analis Bna Artha Sekuritas, Nafan Aji mengatakan, perdagangan yang sepi tersebut berpotensi berlangsung selama bulan Ramadhan hingga menjelang hari raya Idul Fitri.

Nafan menembahkan, meskipun terjadikebaikan kinerja inflasi per April, namun hasilnya masih di bawah ekspektasi konsensus pasar. “Market menyayangkan hasil perilisan kinerja inflasi inti Indonesia per April sebesar 1,18 persen, lebih rendah daripada perilisan pada bulan lalu sebesar 1,21 persen, serta di bawah konsensus sebesar 1,22 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan pelaku pasar juga khawatir terhadap meningkatnya kasus Covid-19 secara global dan perkembangan mutasi Covid-19.

Dibuka menguat, IHSG langsung terkoreksi dan terus berada di teritori negatif hingga akhir perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 1,48 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,41 persen dan minus 0,9 persen.

Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor properti & real estat dan sektor teknologi masing-masing sebesar 1,48 persen dan 1,06 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp94,13 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.049.564 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,96 miliar lembar saham senilai Rp9,23 triliun. Sebanyak 190 saham naik, 307 saham menurun, dan 144 saham tidak bergerak nilainya.

Rupiah Melemah

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah lima poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.445 per dolar AS.

“Pasar keuangan dibayangi oleh kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di dunia yang bisa menghambat pemulihan ekonomi. Kekhawatiran menahan penguatan rupiah di akhir pekan lalu dan menekan rupiah hari ini,” kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra.

 
Di sisi lain, lanjut Ariston, pemulihan ekonomi yang mulai nampak di sebagian negara di dunia, termasuk Indonesia, masih memberikan optimisme ke pelaku pasar.

Data PMI manufaktur dari Markit menunjukkan kenaikan aktivitas manufaktur selama April dibandingkan Maret. “Tingkat inflasi April pun relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Ini yang menahan pelemahan hari ini,” ujar Ariston. Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, hari ini rupiah sedikit melemah tapi secara umum masih cukup stabil. “Hari ini rilis data inflasi relatif sejalan dengan ekspektasi, dan pasar masih menunggu publikasi data GDP hari Rabu besok,” ujarnya./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *