JAKARTA, Bisnistoday- Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tumbuh solid di atas 5 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan 1 hingga Triwulan 4-2022 dibandingkan dengan Triwulan 1 hingga Triwulan 4-2021 tumbuh 5,31 persen (c-to-c)
Selama tiga bulan terakhir, atau Kuartal IV -2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini, lebih rendah ketimbang Kuartal III-2022 yang mencapai 5,73%.
“Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makan minum. Namun industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/2).
Ia menuturkan, seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif. Sektor transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makan minum berhasil tumbuh masing-masing sebesar 16,99 persen (yoy) dan 13,81 persen (yoy), yang didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.
Dari subsektor angkutan rel, tercatat tumbuh 61,94 persen (yoy) didorong oleh peningkatan jumlah penumpang dan barang yang diangkut serta peningkatan mobilitas masyarakat saat libur sekolah serta Natal dan tahun baru. Subsektor angkutan udara pun mampu tumbuh 44,07 persen didorong oleh peningkatan jumlah penumpang angkutan udara serta peningkatan jumlah wisatawan mancanegara.
Setelah kedua sektor tersebut, kata Margo, pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa lainnya yang meningkat 11,14 persen (yoy), diikuti jasa perusahaan 10,42 persen (yoy), informasi dan komunikasi 8,75 persen (yoy), perdagangan 6,55 persen (yoy), pertambangan 6,46 persen (yoy), serta industri pengolahan 5,64 persen (yoy).
Sejumlah Sektor Bertumbuh
Margo Yuwono mengatakan, sektor pertanian tumbuh 4,51 persen (yoy), jasa keuangan 3,76 persen (yoy), pengadaan air 2,84 persen (yoy), jasa kesehatan 2,47 persen (yoy), pengadaan listrik dan gas 2,31 persen (yoy), administrasi pemerintahan 1,78 persen (yoy), konstruksi 1,61 persen (yoy), serta jasa pendidikan 0,42 persen (yoy).
“Seluruh sektor utama, yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, pertanian, dan konstruksi melanjutkan tren positif dan tumbuh mengesankan,” tuturnya.
Pada triwulan keempat tahun lalu, kata dia, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,17 persen. Kemudian diikuti oleh sektor perdagangan 0,84 persen, transportasi dan pergudangan 0,67 persen, informasi dan komunikasi 0,55 persen, serta sektor lainnya 1,78 persen.
Pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh hilirisasi dan permintaan luar negeri. Adapun subsektor industri logam dasar berhasil tumbuh sebesar 15,12 persen (yoy) didorong oleh peningkatan produksi feronikel dalam negeri dan meningkatnya permintaan ekspor.
Sementara subsektor industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 8,68 persen (yoy)didorong oleh peningkatan bahan baku pertanian (padi dan sawit) dan peningkatan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak inti sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO), serta tingginya permintaan luar negeri./Ant







































