JAKARTA, Bisnistoday – Upaya pemulihan ekosistem hutan dan daerah aliran sungai (DAS) yang dilakukan SKK Migas- PetroChina International Jabung Ltd. menunjukkan hasil menggembirakan. Perusahaan resmi menyerahkan kembali 34 hektare lahan Kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kepada Kementerian Kehutanan setelah kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) tuntas dijalankan.
Penyerahan dilakukan pada 17 Desember 2025 di Jakarta. Dokumen hasil penilaian diserahkan oleh Vice President Operations PetroChina, Khostarosa Andhika Jaya, kepada Dyah Murtiningsih, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan.
“Keberhasilan program ini membuktikan bahwa kegiatan industri dapat berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan,” ujar Khostarosa dalam keterangannya di Jambi, Selasa (30/12).
Tim penilai lintas instansi terdiri dari BPDAS Batanghari, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, serta UPTD KPH Unit XIV menyimpulkan tingkat keberhasilan vegetasi mencapai 95,88 persen. Angka ini dinilai melampaui target rata-rata program rehabilitasi.
Jenis tanaman yang tumbuh antara lain jelutung rawa, pulai rawa, balangeran, kayu aro, jengkol, nangka, dan pinang. Seluruh vegetasi ditanam dengan jarak 3×3 meter, atau sekitar 1.100 batang per hektare, dan kini memiliki tinggi rata-rata 127,5 sentimeter.
Menurut Dyah Murtiningsih, keberhasilan tersebut menjadi contoh praktik baik rehabilitasi berbasis kolaborasi. “Restorasi gambut membutuhkan kesabaran, monitoring, dan konsistensi. Model kerja sama seperti ini patut direplikasi,” katanya.
Komitmen Berkelanjutan
PetroChina mulai terlibat dalam rehabilitasi DAS di Tanjung Jabung Timur sejak 2022. Setahun kemudian, perusahaan memperoleh penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas pengelolaan rehabilitasi DAS seluas 473 hektare dan pengembangan hutan kota seluas 40 hektare di Muara Sabak Barat.
Tidak hanya fokus pada kawasan gambut, PetroChina juga aktif menanam mangrove di berbagai wilayah. Total lebih dari 93 ribu bibit telah ditanam—mulai dari Waitambi dan Pangkal Babu di Jambi, hingga Pantai Indah Kapuk dan Kepulauan Seribu.
“Ekosistem mangrove adalah benteng alami. Ia melindungi pesisir, menyerap karbon, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar perwakilan perusahaan.
Pemerintah berharap program rehabilitasi tidak berhenti di tahap penanaman. Monitoring berkala, penguatan peran masyarakat, serta edukasi lingkungan disebut sebagai faktor kunci agar kawasan tetap terjaga.
Dengan capaian persentase tumbuh hampir sempurna, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk mengedepankan praktik usaha yang lebih hijau dan bertanggung jawab.//







































