www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home EKONOMI Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Ciawi
EKONOMISektor Riil

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Ciawi

PERESMIAN BENDUNGAN : Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Ciawi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/12).
Social Media

CIAWI, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Ciawi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/12). Bendungan tersebut merupakan bendungan kering pertama di Indonesia untuk pengendalian banjir, khususnya untuk kawasan Metropolitan Jakarta.

Turut hadir dalam peresmian, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, dan Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi. 

Bendungan Ciawi merupakan bagian dari sistem prasarana pengendalian banjir Jakarta khususnya untuk Sungai Ciliwung di bagian hulu, disamping normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 33 km dan Sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur di bagian hilirnya.

“Bendungan Ciawi dan Sukamahi bisa mereduksi banjir pada area berisiko terdampak 464 hektar menjadi 318 hektar. Kurang lebih nanti ada 12 kelurahan yang berkurang risiko banjirnya karena Bendungan Ciawi dan Sukamahi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan banjir adalah problem utama DKI Jakarta selain kemacetan dan tata ruang. Sehingga ia meminta kepada Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat agar menuntaskan semua urusan yang berkaitan banjir di Jakarta secara konsisten, yaitu normalisasi 13 sungai di Jakarta, Sudetan Ciliwung, tanggul pantai dan giant sea wall, dan manajemen pengelolaan pompa-pompa yang lebih baik.

Menelan Biaya Rp1,3 Triliun

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko menjelaskan, pekerjaan konstruksi Bendungan Ciawi dilakukan pada 2016-2022 oleh kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya dan PT Sacna (KSO) dengan biaya Rp1,3 triliun.

“Bendungan dengan tinggi 55 meter ini memiliki kapasitas tampung 6,05 juta m3 dan luas area genangan 39,40 hektare untuk mereduksi banjir hingga 111,75 m3/detik,” 

Dirjen Jarot juga mengungkapkan pembangunan Sudetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur direncanakan akan selesai pada April 2023. Pekerjaan ini akan mengurangi risiko banjir pada area seluas 107 Ha, sehingga total pengurangan daerah terdampak risiko banjir dari pembangunan ketiga prasarana tersebut (bendungan, sudetan, dan normalisasi Sungai Ciliwung) adalah 347 Ha.

“Sisa daerah terdampak risiko banjir akan dikendalikan melalui Program Normalisasi Sungai Ciliwung lanjutan tahun 2023-2024 sepanjang kurang lebih 17 km,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ancaman Serangan Siber (ilustrasi: Julio Lopez/Unsplash.com)
EKONOMIGagasan

Di Balik Kekacauan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Beberapa hari terakhir marak beredar berita tentang peretasan sistem...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...