JAKARTA, Bisnistoday -Presiden RI, Prabowo Subianto menyatakan komitmennya terhadap penguatan kedulatan ekonomi nasional, mempercetpat reformasi birokrasi, serta meningkatkaan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis nasional. Hal ini diungkapkan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7). Didalam taklimatnya, Presiden menyatakan pemerintah telah menyelesaikan 110 persoalan strategis dalam masa kerjanya sejak Oktober 2024 lalu.
Presiden juga mengakui sebaliknya bahwa berbagai tantangan masih dihadapi bangsa, seperti kemiskinan, ketimpangan ekonomi, hingga terbatasanya lapangan kerja. Hanya saja, berbagai persoalan ini justeru menjadi amant rakyat yang mesti diselesaikan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, maupun kebijakan yang berpihak kepada kepentingan nasional.
Mengenai bidang ekonomi, Presiden dalam taklimatnya menyoroti pentingnya menghentikan kebocoran kekayaan negara melalui praktik under-invoicing, tranfer pricing, penyelynduran, maupun berbagai bentuk manipulasi perdagangan internasional. Sedangkan terkait pengelolaan ekspor Sumber Daya Alam, pemerintah bentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai lembaga satu pintu yang telah beroperasi Juli 2026.
Langkah ini, lanjut Presiden bertujuan untuk memastikan negara mengetahui kepastian volume ekspor, harga jual komoditas, serta devisa yang seharusya kembali ke Indoneisa. Pemerintah meyakini kebijakan tersebut akan meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat transparasi perdagangan komoditas strategis.
Demikian juga dalam taklimatnya, Presiden menyatakan keberhasilan pembentukan Dana Kedaulatan Danantara melalui konsolidasi aset-aset negara sebagai modal pembangunan jangka panjang. Selain itu, juga pemerintah melakukan setrukturisasi besar-besaran terhadap BUMN dengan memangka ratusan perusahaan melalui konsolidasi dan penggabungan usaha.
Selanjutnya, Presiden juga mengutarakan pencapaian sektor pangan. Pemerintah optimis tercapainya swasembada delapan komoditas strategis, cadangan beras, maupun ketahanan energi melalui pengembangan B50. Dengan hal tersebut, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat disaat situasi global yang penuh ketidakpastian.
Presiden juga menjelaskan, mengenai pencapaian sektor pelayanan publik. Pemerintah mempercepatan layana secara digitalisasi melalui pengembanga GovTech, integrase data nasional maupun penyerdanaan layanan administrasi.
Presiden Prabowo mengutarakna, msayrakat tidak boleh lagi dibebani birokrasi yang berbeleit serta kepengurusan dokumen berbiaya tinggi. Mellaui integrase data sosial kependudukan, kesehatan, pendidikan dan bansos sebagai prioritas pemerintah untuk meningkatkan ketepatan sasaran program kesejahteraan.
Dalam pernyataanya, Presiden Prabowo juga menjelaskan mengenai program sosial seperti Makan Bergizi Gratis, Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar, Jaminan Kesehatan Nasional, subsidi Pupuk, Energi, Bantuan Pangan, Pembangunan Sekolah Unggul Garuda, digitalisasi pendidikan, hingga pembangunan Koperasi Desa untuk memperkuat perekonomian rakyat.
Di penghujung taklimat, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran kabinet menjaga reformasi, profesionalisme,serta memperbaiki berbagai kekuarangan. Presiden menyatakan, keberhasilan pembangunan hanya dapat diraih melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tata kelola yang bersih, maupun kayakinan terhadap kekuatan bangsa sendiri./









































