www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Proyeksi Ekonomi Indonesia Tertinggi di Antara Negara ASEAN dan G20
Ekonomi & Bisnis

Proyeksi Ekonomi Indonesia Tertinggi di Antara Negara ASEAN dan G20

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidakpastian saat ini, proyeksi ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara negara ASEAN dan G20. Ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 5 persen.

“Itu termasuk yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain di ASEAN mauun G20,” kata Menteri Keuangan, Sri Muyani Indrawati dalam Konferansi Pers Virtual APBN KITA Edisi November 2023 di Jakarta, Jumat (24/11).

Menkeu menyebutkan salah satu indikator yang membuat prospek ekonomi Indonesia masih baik hingga saat ini yaitu masih ekspansifnya aktivitas sektor manufaktur, dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur sebesar 51,5 pada Oktober 2023.

Dengan demikian, Indonesia masuk dalam 30,4 persen negara G20 dan ASEAN-6 yang mencatat PMI Manufaktur ekspansif, selain Filipina, Singapura, India, Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Rusia.

Sementara sebesar 69,6 persen negara mencatatkan PMI Manufaktur yang kontraksi, yakni Eropa, Jerman, Perancis, Inggris, Italia, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kanada, Brasil, Afrika Selatan, Turki, dan Australia.

“Ini artinya sektor riil terutama manufaktur masih mengalami tekanan yang masih berlanjut dari mulai pandemi hingga sekarang,” katanya.

Menkeu mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikeluarkan berbagai lembaga internasional pada tahun 2023 sebesar 5 persen menjadikan Indonesia berada di peringkat ketiga dengan prospek pertumbuhan ekonomi terbaik di ASEAN dan G20 setelah India sebesar 6,3 persen dan Filipina sebesar 5,3 persen.

Jauh di Atas Perkiraan

Proyeksi tersebut bahkan jauh di atas perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang berada di level 2,1 persen (Bank Dunia) serta 3 persen (Dana Moneter Internasional/IMF).

Di sisi lain, ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh 5 persen pada tahun ini, Turki dan Malaysia 4 persen, Meksiko 3,2 persen, Brasil 3,1 persen, Thailand 2,7 persen, Spanyol 2,5 persen, Rusia 2,2 persen, AS 2,1 persen, Jepang 2 persen, Australia 1,8 persen, serta Korea Selatan 1,4 persen.

Baca juga: Inklusivitas Keuangan Jadi Landasan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Kendati demikian, Sri Mulyani mengingatkan masih terdapat risiko penurunan untuk proyeksi pertumbuhan tersebut yang berasal dari berbagai faktor, yakni inflasi yang bertahan tinggi, pelemahan ekonomi Tiongkok, volatilitas harga komoditas, serta eskalasi tensi global (perang di Palestina).

Adapun risiko lainnya seperti fragmentasi geoekonomi, kejutan akibat perubahan iklim, terbatasnya ruang kebijakan global, hingga peningkatan risiko kesulitan utang.

“Inflasi global meskipun sudah mulai menurun, masih relatif tinggi dibandingkan level histori dalam satu dekade terakhir,” ucap Menkeu./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Fokus Pacu Daya Saing Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing industri manufaktur nasional...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Rencanakan Pertemuan dengan Seluruh Pengurus KDKMP, Bahas Tiga Agenda

TAPANULI UTARA, Bisnistoday—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan merencanakan untuk segera melakukan pertemuan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Dalam Pandangan Rocky Gerung

JAKARTA, Bisnistoday—Kehadiran anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung dalam Diskusi bertema "Gerakan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Komitmen Pemerintah Hilangkan Ketimpangan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan...