JAKARTA, Bisnistoday – Puluhan ribu buruh yang tergabung didalam elemen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta komunitas buruh lainnya akan turun ke jalan-jalan protokol di 24 Provinsi untuk merayakan Hari Buruh Dunia (May Day). Selain itu, sekitar 50.000an buruh juga terus menggaungkan penolakan terhadap penerapan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK).
“May day akan diikuti sekitar 50.000 buruh yang tersebar di lebih dari 24 provinsi, ditambah lagi sekitar 3 ribuan pabrik juga ikut melakukan aksinya. Untuk di Jakarta dipusatkan di Istana Negara dan Makamah Konstitusi,” ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa(27/4).
Baca juga : Menaker Minta Perusahaan Bayar THR 7 Hari Sebelum Hari Raya Keagamaan
Untuk rekan-rekan buruh dari berbagai pabrik, lanjut Igbal akan melakukan aksi dengan mendatangi kantor bupati atau walikota di wilayah masing-masing.Sedangkan untuk tingkat provinsi kegiatan buruh terpusat di kantor Gubernur. Selain KSPI, semua elemen buruh juga ikut turun ke jalanan menggelar demonstrasi.
Tidak hanya itu, menurut Said Igbal, semua elemen buruh akan datang juga ke DPR RI, maupun kator dan gedung-gedung pemerintahan. Bahkan, diperkirakan massa bisa lebih dari perkiraan sekitar 50.000 an, mempertimbangkan adanya elemen buruh selain KSPI.
Said menuturkan, aksi yang diseleggarakan oleh KSPI harus memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, menurutnya, massa buruh akan menaati semua arahan dari apparat keamanan serta ketentuan dari Satgas Covid-19 secara nasional maupun wilayah masing-masing.


