www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Rupiah Menguat pada Hari Pertama Perpanjangan PPKM Level 4
BURSA & KORPORASI

Rupiah Menguat pada Hari Pertama Perpanjangan PPKM Level 4

RUPIAH MENGUAT: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (7/11) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada hari pertama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa Bali ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.483 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.493 per dolar AS.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mengatakan, rupiah menjadi salah satu dari beberapa negara di Asia yang mengalami penguatan terhadap dolar AS.

“Penguatan rupiah tidak lepas faktor eksternal, di mana minimnya katalis dalam negeri tidak banyak memberi pengaruh besar. Perpanjangan PPKM hingga 2 Agustus mendapat reaksi beragam banyak kalangan pasar,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, investor terlihat mencermati dan selektif menentukan posisi mereka sembari melihat perkembangan terbaru mengenai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, rapat kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), minggu ini hampir dipastikan tidak banyak berubah dalam hal penetapan suku bunga acuan.

“Ditambah lagi pengetatan lainnya dari tapering pun akan menunggu bagaimana pandangan Jerome Powell dan anggota The Fed lainnya dalam menyikapi kondisi terkini,” kata Nanang seperti dilansir Antara, Senin (26/7).

The Fed yang akan melakukan rapat kebijakan minggu ini akan dinanti pasar perihal pandangannya ke depan. The Fed diwanti-wanti agar tidak menjadi bank sentral yang telat melakukan pengetatan. Beberapa bank sentral utama lainnya dalam waktu dekat siap melakukan tapering sebagai langkah awalnya, seperti Selandia Baru dan Kanada.

“Selain rapat The Fed minggu ini, market pun memperhatikan serangkaian data ekonomi AS di antaranya Consumer Confidence, GDP Q2 dan Core PCE Price Index, di mana data tersebut jadi bagian penting sebelum data ketenagakerjaan awal bulan depan,” ujar Nanang.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama lainnya saat ini berada di level 92,753, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu di posisi 91,912.

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun saat ini berada di level 1,245 persen, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,285 persen.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.510 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.483 per dolar AS hingga Rp14.510 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.494 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.501 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Ungkap Pelanggaran Transaksi Saham DSSA, BREN dan CUAN

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Buka Suara Soal MSCI Akan Reklasifikasi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pengumuman MSCI Inc. per...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Implementasi KAPJ Untuk Integrasi Kesehatan Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) menandatangani Perjanjian Kerja...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...