www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 13 Juni 2026
Home GLOBAL Rusia dan Tiongkok Sepakat ‘Lawan’ Hegemoni AS
GLOBAL

Rusia dan Tiongkok Sepakat ‘Lawan’ Hegemoni AS

Dalam pidato pembukaan mereka, kedua pemimpin itu menekankan penguatan hubungan dan kerja sama antara Rusia dan Tiongkok di tengah tatanan dunia yang semakin terpecah.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di Beijing [Handout/Kremlin Press Service via Anadolu]
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di Beijing [Handout/Kremlin Press Service via Anadolu]
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Di tengah ketidakpastian global, termasuk tatanan hukum internasional yang porak-poranda, Tiongkok dan Rusia sepakat bersatu untuk ‘melawan’ hegemoni Amerika Serikat.

Pada pertemuan di Beijing, Rabu (20/5/2026),  pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan terhadap kembalinya “hukum rimba” global.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengecam rencana Presiden AS Donald Trump untuk membangun sistem pertahanan “Golden Dome” senilai US$175 miliar yang akan menciptakan peluncuran rudal baru di Midwest, AS.

Kedua pemimpin tersebut juga mengkritik berakhirnya perjanjian pengendalian senjata AS-Rusia yang gagal pada Februari, ketika Trump tidak menanggapi proposal Moskow untuk memperpanjangnya selama satu tahun.

Pertemuan pada Rabu – yang berlangsung sepekan setelah Xi menjamu Trump di Beijing – dimulai dengan meriah di ibu kota Tiongkok, lengkap dengan karpet merah dan band militer yang memainkan lagu kebangsaan Tiongkok dan Rusia.

Dalam pidato pembukaan mereka, kedua pemimpin itu menekankan penguatan hubungan dan kerja sama antara Rusia dan Tiongkok di tengah tatanan dunia yang semakin terpecah.

“Bahkan di tengah faktor eksternal yang tidak menguntungkan, interaksi dan kerja sama ekonomi kita menunjukkan momentum yang kuat,” kata media Rusia, mengutip pernyataan Putin kepada Xi.

Sementara itu, Xi memuji hubungan erat antara Tiongkok dan Rusia. “Kita telah mampu terus memperdalam kepercayaan timbal balik politik dan koordinasi strategis kita dengan ketahanan yang tetap teguh meskipun menghadapi cobaan dan kesulitan,” kata Xi.

Perang Iran

Pemimpin Tiongkok itu juga membahas perang Amerika Serikat-Israel di Iran. Menurut Xi  perang itu harus dihentikan.

“Gencatan senjata komprehensif sangat mendesak, melanjutkan permusuhan bahkan lebih tidak disarankan, dan menjaga negosiasi sangat penting,” kata Xi.

Pernyataan bersama kedua pemimpin itu menyatakan bahwa ada bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kembalinya ‘hukum rimba’”.

“Upaya sejumlah negara untuk mengelola urusan global secara sepihak, memaksakan kepentingan mereka pada seluruh dunia, dan membatasi pembangunan kedaulatan negara lain dalam semangat era kolonial, telah gagal,” tambah pernyataan itu.//

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rawa-rawa Mesopotamia yang kini berada di wilayah Irak Selatan. (dok: Unsplash/hasan Majed)
GLOBALHumaniora

Melacak Peradaban, Ilmuwan Telusuri Jejak Sungai Efrat

JAKARTA, Bisnistoday - Seperti halnya Babilonia, kota terbesar di Mesopotamia kuno, Uruk,...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

Ledakan di Selat Hormuz Bikin Konflik AS-Iran Kembali Memanas

JAKARTA, Bisnistoday- Militer AS melancarkan serangkaian serangan di dekat Selat Hormuz pada...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

Perundingan AS-Iran Alot, Kedua Kubu Sama-sama Ngotot

JAKARTA, Bisnistoday – Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung alot....

Logo TikTok (dok:Unsplash/Solen Feyissa)
GLOBAL

Malaysia Minta TikTok Blokir Akun yang Hina Kerajaan

JAKARTA, Bisnistoday - Badan pengawas internet Malaysia meminta TikTok untuk mengambil tindakan...