www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 1 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Energi Dorong Penguatan IHSG
BursaBURSA & KORPORASI

Saham Sektor Energi Dorong Penguatan IHSG

IHSG ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Menguatnya saham-saham sektor energi mampu mendorong naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (05/9). IHSG ditutup mengiat 54,7 poin ke posisi 7.231,88. Sementara indeks LQ45 naik 9,5 poin ke posisi 1.029,3.

Tim Riset Pilarmas Sinvestindo Sekuritas dalam kejiannya menyebutkan, IHSG mampu kembali menembus ke atas level psikologis 7.200-an. Bahkan, geraknya terpantau optimis usai pemerintah meresmikan kenaikan harga BBM pada Sabtu lalu. Tampaknya pelaku pasar dan investor sudah mengantisipasi sentimen tersebut.

Setelah kejelasan yang diberikan pemerintah, fokus pelaku pasar kali ini tertuju pada dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi yang diperkirakan kembali meningkat dengan ekspektasi inflasi pangan pada September bisa melonjak di atas 10 persen. Inflasi pangan Juli saja sudah meningkat di atas 9 persen. Hal itu dinilai berpotensi mengerek suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) lebih agresif.

Terlebih, The Fed dalam simposium tahunan Jackson Hole telah menegaskan komitmennya untuk terus menaikkan suku bunga hingga inflasi kembali ke level 2 persen.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,83 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing 1,81 persen dan 0,56 persen.

Sedangkan enam sektor terkoreksi dimana sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,8 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor properti & real estat masing-masing minus 1,16 persen dan minus 0,78 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SLIS, KJEN, KRYA, BHIT, dan BCAP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HATM, INDX, HDIT, ACES, dan MARK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.517.886 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,61 miliar lembar saham senilai Rp14,92 triliun. Sebanyak 267 saham naik, 266 saham menurun, dan 169 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 41,86 poin atau 0,15 persen ke 27.619,61, indeks Hang Seng turun 226,39 poin atau 1,16 persen ke 19.225,7, dan indeks Straits Times meningkat 9,94 poin atau 0,31 persen ke 3.215,63./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...