JAKARTA, Bisnistoday – Pencapaian Program Anakku Sehat dan Cerdas/ ECCNE memberikan peran pemerintah daerah tingkatkan kapasitas melalui promosi pedoman gizi seimbang berbasis pangan lokal (PGS PL) serta implementasi pengembangan anak usia dini holistik integratif (PAUD HI) dan komponen pendukungnya untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak
“SEAMEO RECFON (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition) juga telah melatih 580 pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota dan mitra akademisi setempat melalui pelatihan Master of Trainer (MoT) yang diselenggarakan pada tahun 2019-2022, sebagai tim pendamping implementasi program ECCNE di masing-masing kabupaten/kota. Program ini selaras dengan prioritas Pemerintah Indonesia dalam percepatan penurunan stunting,” ujar Dr. Zainun Misbah, Plt Direktur SEAMEO RECFON di Jakarta, baru-baru ini.
SEAMEO RECFON menggelar media briefing secara daring dengan media massa nasional dalam rangka menyebarkan informasi terkait dengan pelaksanaan Pertemuan Majelis Wali Amanat SEAMEO RECFON ke-13 atau The 13th SEAMEO RECFON Governing Board Meeting (GBM) dan Penghargaan Implementasi Program Anakku Sehat dan Cerdas/Early Childhood Care, Nutrition, and Education (ECCNE Awards) tahun ini.
Zainun Misbah menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 13 program kerja yang menjadi bahan diskusi pada rangkaian kegiatan Governing Board Meeting (GBM).
Kebijakan Merdeka Belajar
Sementara, Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, ST, MT, sebagai wakil Keemndikbudritek mengutarakan, bahwa pemerintah telah bekerja sama dengan SEAMEO dalam mengimplementasikan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) melalui program SEAMEO Outlook Pendidikan 21 melalui 7 SEAMEO Center, yaitu BIOTROP, SEAMOLEC, RECFON, QITEP in Mathematics, QITEP in Science, QITEP in Language, dan SEAMEO CECCEP.
Sri berharap agar SEAMEO RECFON dapat memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menghasilkan rekomendasi evidence based policy yang berkualitas bagi Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Peran SEAMEO RECFON sebagai think tank Ditjen Ristek DIKTI perlu diperkuat melalui implementasi MBKM dan program-program penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya sebagai pusat kajian pangan dan gizi regional Asia Tenggara yang akan menghasilkan evidence based policy untuk peningkatan kualitas pangan dan gizi di Indonesia dan Asia Tenggara,” ungkap Sri.
“Dari Kemendikbudristek berharap penyelenggaraan the 13th SEAMEO RECFON Governing Board Meeting dapat menghasilkan kesepakatan, kebijakan, dan program yang berkelanjutan untuk percepatan perbaikan pangan dan gizi di Asia Tenggara,” ujar Prof. Sri.
“Berbagai penelitian dan evidence dari perguruan tinggi dan masyarakat terkait praktik baik percepatan perbaikan pangan dan gizi, termasuk diantaranya adalah penanganan stunting di tingkat wilayah dengan pendekatan keluarga dapat menjadi dasar perumusan policy option bagi GBM untuk selanjutnya menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah dan stakeholder terkait,” lanjut Prof. Sri.
Sri juga berpesan agar pemberian ECCNE Awards kepada pemerintah kabupaten/kota dan mitra akademisi dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam pelaksanaan program percepatan perbaikan pangan dan gizi yang sejalan dengan prioritas nasional pemerintah.//







































