www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Korporasi Sepanjang 2025, Pendapatan Hartadinata Kembali Melesat
Korporasi

Sepanjang 2025, Pendapatan Hartadinata Kembali Melesat

RUPS PT Hartadinatas Abadi
RUPS PT Hartadinatas Abadi./
Social Media

BANDUNG, Bisnistoday – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) membukukan kinerja keuangan tertinggi sepanjang masa atau all-time high performance sepanjang 2025. Perusahaan membukukan pendapatan mencapai Rp44,55 triliun atau bertumbuh 144,39% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp18,23 triliun pada tahun 2024. Laba bersih turut meningkat signifikan menjadi Rp978,49 miliar pada akhir tahun 2025, dimana pertumbuhan tercatat sebesar 121,29% YoY dari Rp442,18 miliar pada tahun sebelumnya

“Kinerja Perseroan hingga akhir tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan. Hal ini didukung oleh peningkatan volume penjualan, penguatan harga emas, serta kontribusi yang semakin solid dari segmen institusi seperti Bullion Bank dan jaringan ritel Perseroan,” ujar Sandra Sunanto, Direktur Utama HRTA di Bandung, Jumat (27/3).

Selain pertumbuhan pendapatan dan laba, lanjut Sandra Sunanto, kinerja profitabilitas HRTA juga terus menguat, dengan Return on Assets (ROA) sebesar 7,76% dan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 30,29%, sementara rasio utang berbunga terhadap ekuitas tetap stabil di level 1,39x. Dari sisi kontribusi segmen usaha, penjualan didominasi oleh segmen grosir sebesar 87,57%, termasuk kontribusi dari Bullion Bank sebesar 71,22%, diikuti oleh segmen ritel sebesar 11,68% dan gadai sebesar 0,32%.

Baca Juga : Berstandar Emas Kelas Global, Hartadinata Raih Akreditasi KAN

Sementara harga emas global pada minggu ini mengalami tekanan jual dan sempat menyentuh USD4.100 per troy ons pada Senin, 23 Maret 2026. Perkembangan terkini menunjukkan bahwa pelemahan harga emas saat ini dipengaruhi oleh kombinasi tekanan makroekonomi dan dinamika likuiditas jangka pendek.

“Ketegangan geopolitik, terutama gangguan pasokan minyak, mendorong negara pengimpor energi untuk menggunakan cadangan devisa guna membiayai impor dibandingkan mengakumulasi aset seperti emas.”

Situasi Investasi Emas

Di sisi lain, tambah Sandra, tekanan fiskal pada negara eksportir energi juga berpotensi mendorong penjualan emas dalam jangka pendek. Hal ini menciptakan tekanan sementara terhadap permintaan emas dari bank sentral, sementara investor ritel di pasar seperti India dan China juga cenderung melakukan likuidasi untuk menutupi peningkatan biaya hidup imbas dari inflasi bahan pokok.

Sandra mengutarakan, tekanan tersebut diperkuat oleh faktor global lainnya sepeti penguatan dolar AS, kenaikan yield US Treasury dan ekspektasi penundaan penurunan suku bunga The Fed menurunkan daya tarik emas sebagai aset karena tidak menghasilkan cashflow berkala. Selain itu, aksi profit taking oleh investor institusi terutama hedge fund, rotasi dana ke pasar ekuitas global yang lebih kuat, serta likuidasi posisi di pasar futures turut mempercepat penurunan harga emas dalam jangka pendek.

Namun demikian, secara fundamental prospek jangka panjang emas tetap positif. Konsensus analis global masih memperkirakan kenaikan harga emas pada tahun 2026, didukung oleh tren pembelian emas oleh bank sentral, ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, serta potensi penurunan suku bunga ke depan. Estimasi rata-rata harga emas berada di kisaran USD4.700 per troy ons menurut survei Reuters, dengan skenario yang lebih bullish mencapai USD5.000 oleh JP Morgan, hingga di atas USD6.000 oleh UBS AG, yang semakin menekankan peran emas sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

RUPS Tahunan
Korporasi

Sepanjang Tahun 2025, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk Bukukan Pendapatan Rp 360,58 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday  - Sepanjang tahun 2025, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk mencatatkan...

Kegiatan penanaman pohon buah sebagai pelestarian lingkungan di Bogor. (dok: BRI Life)
KorporasiLingkungan

Dukung Program Nawacita, BRI Life Perkuat Implementasi ESG

JAKARTA, Bisnistoday - Asuransi BRI Life terus menunjukkan peran aktif dalam mengimplementasikan...

Bantuan SDN di Palembang
Korporasi

PLN Icon Plus Salurkan Bantuan Sarana Sekolah ke SD Negeri 175 Palembang

PALEMBANG, Bisnistoday – PLN Icon Plus  memberikan bantuan pendidikan melalui program “ICONNECTIVITY...

Program PPM, Petro China
Korporasi

Rumah Anyaman Pandan yang Menghidupkan Harapan di Tanjung Jabung Timur

JAMBI, Bisnistoday -Berada di tepi jalan strategis penghubung Muara Sabak menuju Kuala...