www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home EKONOMI Energi SKK Migas Bersama PHE Sinergi Tambah Produksi Migas
Energi

SKK Migas Bersama PHE Sinergi Tambah Produksi Migas

KEPALA SKK Migas
KEPALA SKK Migas Dwi Soetjipto./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan sub holding Pertamina Hulu Energi (PHE) tingkatkan sinergi dalam mencapai target produksi hulu migas. Saat pertemuan, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menggali potensi kendala serta peluang inovasi produksi hulu migas.

Dwi Soetjipto kembali menegaskan, cara-cara kerja out of the box yang dapat dilakukan sehingga dalam waktu 3 (tiga) bulan kedepan kinerja operasi KKKS yang berada di SHU PHE dapat meningkat dan mencapai target. Kepala SKK Migas in meminta untuk mulai mempersiapkan pelaksanaan program 2025, apa-apa yang bisa disiapkan agar dilakukan, agar di Januari 2025 nanti program sudah bisa berjalan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada manajemen PHE Group atas fasilitasi pertemuan ini. Untuk itu kami mengajak untuk saling terbuka dengan kejernihan pikiran dan keteguhan hati agar diskusi  dapat berjalan dengan semangat kolaborasi dan result oriented untuk dapat memberikan kontribusi paling optimal bagi produksi migas nasional. Saat ini yang menjadi konsentrasi adalah produksi, produksi, dan produksi. Gas sudah mulai incline, minyak kita masih struggle”, kata Dwi.

Kemudian Dwi menyampaikan bahwa  Pertamina telah menguasai mayoritas blok migas di Indonesia sehingga tentunya peranan Pertamina di upstream sudah sangat dominan. Negara dan SKK Migas sangat tergantung akan agresivitas Pertamina. Dwi menambahkan bahwa pertemuan ini harus ditindaklanjuti dalam kegiatan focus group discussion (FGD) untuk untuk mendiskusikan mekanisme kemitraan pertamina dengan pihak lain itu apa.

“Mungkin perubahan-perubahan regulasi perlu kita lakukan supaya harapan pemerintah bisa terpenuhi, karena capaian lifting migas akan sangat ditentukan oleh kinerja KKKS yang ada dibawah Pertamina”, terang Dwi.

Terkait komersialisasi, Dwi minta agar ada organisasi yang menangani hal tersebut sehingga dapat memperkuat aspek legal. “Kuncinya, tidak boleh ada produksi yang terganggu karena masalah administrasi komersialisasi”, pintanya.

Lebih lanjut Dwi menyampaikan kepada Pertamina mengenai pentingnya manajemen aset, karena ini adalah aset milik negara sehingga harus ditangani dengan baik. Di KKKS harus ada organisasi khusus yang ditugaskan soal ini termasuk KKKS dalam lingkup SHU PHE. Aset harus tercatat dengan baik dan memiliki pengamanan.

“Keberhasilan target pemboran sumur pengembangan yang saat ini ditargetkan bisa direalisasikan sekitar 932 sumur pengembangan di 2024. Terkait pemboran pengembangan kontribusi KKKS dalam lingkup Pertamina sangat besar. Ini juga harus menjadi perhatian bagaimana bisa mengejar hingga akhir tahun agar target bisa dicapai. Terkait kebutuhan fiskal term, kami siap untuk memperjuangkannya”, ujar Dwi./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SKK Migas
Energi

Indonesia Rampungkan Partisipasi di ADIPEC 2026 dengan Semangat Percepatan Pengembangan Hulu Migas

ABU DHABI, Bisnistoday.co.id - Indonesia merampungkan partisipasi di ajang Abu Dhabi International...

Energi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas di ADIPEC 2026, Soroti Temuan Raksasa dan Potensi Eksplorasi

ABU DHABI, Bisnistoday.co.id – Indonesia kembali berpartisipasi dalam Abu Dhabi International Petroleum...

Energi

Searah Mulai Produksi Gas dari Lapangan Maha, Targetkan 230 MMSCFD

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Searah berhasil mencapai produksi gas perdana (first gas) dari...

Tripatra
Energi

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA), perusahaan penyedia solusi...