www.bisnistoday.co.id
Selasa , 18 Agustus 2026
Home GLOBAL Stop Kekerasan dan Penangkapan di Myanmar
GLOBAL

Stop Kekerasan dan Penangkapan di Myanmar

Ketua Umum DPN Partai Gelora, Anis Matta menyatakan, pandemi Covid 19 Picu Kemiskianan dan Kematian Global, dalam dialog Gelora di Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Anis Matta berharap para pemimpin ASEAN mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran HAM dan kekerasan di Myanmar pada pertemuan KTT ASEAN yang diadakan di Jakarta pada Sabtu (24/4) ini. 

Pertemuan ini akan dipimpin oleh Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah yang juga merupakan Ketua ASEAN 2021. Pertemuan ini, merupakan KTT ASEAN pertama yang digelar secara tatap muka sejak 2020 lalu ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. 

“Pemimpin ASEAN harus bersikap jelas kepada Pemimpin Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing untuk Stop Kekerasan dan Stop Penangkapan (Stop Violence and Stop Arrests!) di Myanmar saat ini juga,” ujar Anis Matta dalam keteranganya, Sabtu (24/4).  

Anis Matta menegaskan, bahwa pemerintahan demokratis sipil harus dihormati karena hal tersebut adalah pilihan rakyat. Kudeta militer Myanmar oleh Junta Militer akan memperparah keselamatan dan kebebasan publik ASEAN umumnya dan masyarakat Myanmar khususnya. 

“Pemimpin ASEAN tidak boleh memberikan legitimasi dimanapun terhadap pelanggaran nilai-nilai demokrasi dan kebebasan dan seharusnya Indonesia berada yang terdepan memperjuangkan nilai-nilai kebebasan, demokrasi di ASEAN dan seluruh dunia,” ujar Anis Matta. 

Partai Gelora melihat KTT ASEAN harus menjadi langkah kongkret ASEAN menyelesaikan konflik kekerasan, pelanggaran HAM dan menghancuran nilai-nilai demokrasi di kawasan ASEAN. “Di Bulan Ramadhan yang suci ini tidak boleh ada tetes darah yang tertumpah dari anak manusia yang memperjuangkan kebebasan asasinya yang diberikan Tuhan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Anis Matta berharap konflik internal Myanmar harus mendapatkan resolusi terbaik tanpa menambah korban jiwa masyarakat Myanmar. Seperti diketahui, Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, para pemimpin Asean akan menggelar Asean Leaders’ Meeting (ALM) di Jakarta pada hari ini. Meskipun tiga perdana menteri atau kepala negara berhalangan hadir, yakni Thailand, Laos dan Kamboja.

Krisis Myanmar

Pertemuan itu rencananya akan membahas mengenai perkembangan situasi dan krisis politik di Myanmar. “Para pemimpin Asean termasuk Presiden Republik Indonesia telah menerima undangan dari Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua Asean untuk menghadiri ALM besok,” ujar Menlu, Sabtu (24/4). 

Menlu menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas pembicaraan Presiden Jokowi dengan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah selaku Ketua Asean. 

“Kalau kita tengok ke belakang, ALM ini merupakan inisiatif Indonesia dan merupakan tindak lanjut pembicaraan antara Presiden Republik Indonesia dengan Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua Asean,” ujarnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Politikus Partai Demokrat Abdul El-Sayed (Dok:Reuters)
GLOBAL

Kemenangan El-Sayed Permalukan Kubu Pro-Israel

JAKARTA, Bisnistoday – Kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan dalam pemilihan pendahuluan Partai...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS Mengklaim Perundingan Selat Hormuz Mengalami Kemajuan

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio mengatakan pihaknya secara...

Demo Antiperang (dok:Unsplash.comev-Mz6vYiI8CSA)
GLOBAL

Babak Baru Perundingan AS-Iran Dimulai Hari Ini

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran...

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

JAKARTA, Bisnistoday - Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi...