CIKARANG, Bisnistoday – STT Telemedia Global Data Centres (STT GDC) memperkuat sumber daya manusia (SDM) digital Indonesia melalui program pelatihan berbasis industri, pengembangan talenta pusat data, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kampus pusat data STT Jakarta di Cikarang.
Inisiatif ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi digital dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Langkah tersebut diperkenalkan bersamaan dengan peresmian lapangan bulu tangkis komunitas baru di Kecamatan Cikarang Pusat yang dibangun oleh STT GDC dan kini dikelola oleh kantor kecamatan setempat.
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi sekitar 10.000 warga sebagai ruang bersama untuk berolahraga, berekreasi, dan mempererat interaksi sosial.
Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan yang sebelumnya mengumumkan perluasan kampus pusat data STT Jakarta dengan kapasitas teknologi informasi (TI) terencana lebih dari 360 megawatt (MW).
Seiring berkembangnya kebutuhan infrastruktur digital nasional, STT GDC berupaya menyeimbangkan investasi fisik dengan pengembangan talenta lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di sektor pusat data yang terus meningkat, STT GDC Indonesia mendirikan Data Centre Laboratory Learning Centre di Jawa Barat melalui kerja sama dengan institusi pendidikan vokasi ATMI Cikarang.
Fasilitas tersebut menyediakan peralatan berstandar industri, seperti sistem uninterruptible power supply (UPS) dan transformator, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik yang sesuai dengan kondisi operasional pusat data sesungguhnya.
Program pelatihan ini juga diperkuat melalui kemitraan dengan EPI yang menghadirkan sertifikasi Data Centre Fundamentals Certificate (DCFC) yang diakui secara global, serta program magang terstruktur di bidang operasional dan teknik pusat data.
Sejak September 2025, enam mahasiswa telah mengikuti program magang dengan durasi hingga 10 bulan untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam pengelolaan infrastruktur digital kritikal.
Pada 2026, STT GDC telah merekrut enam peserta dari program tersebut dan berencana membuka sedikitnya 10 kesempatan magang tambahan hingga akhir tahun.
Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali, mengatakan kebutuhan akan tenaga kerja terampil dan pembangunan yang inklusif semakin penting seiring pesatnya perkembangan infrastruktur digital nasional.
“Program yang kami jalankan dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan dengan membekali talenta lokal melalui kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi digital. Ini merupakan komitmen jangka panjang untuk membangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga ekosistem yang mendukungnya,” ujarnya.
Selain pengembangan talenta, STT GDC juga menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
Salah satunya adalah dukungan terhadap program penanaman mangrove yang disebut telah membantu memperkuat ketahanan lingkungan bagi lebih dari 150.000 warga sekaligus meningkatkan pendapatan petani mangrove hingga 23 persen.
Perusahaan juga tengah mengeksplorasi berbagai inisiatif tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pembangunan fasilitas olahraga lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga di sekitar kawasan infrastruktur digital.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cikarang Pusat, H. Ganda Sasmita, menyambut baik berbagai program sosial yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mendukung program-program sosial yang memiliki dampak langsung terhadap komunitas. Kami berharap inisiatif yang dijalankan dapat menciptakan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Chief Executive Officer Southeast Asia STT GDC, Lionel Yeo, menegaskan bahwa investasi perusahaan di Indonesia tidak hanya berfokus pada pembangunan pusat data, tetapi juga pada penguatan kapabilitas lokal dan komunitas sekitar.
“Seiring dengan perluasan kampus Jakarta kami, kami berkomitmen untuk memperkuat kapabilitas lokal dan mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Pendekatan terintegrasi ini memastikan pengembangan infrastruktur digital dapat memberikan nilai jangka panjang, tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi ekosistem yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui pengembangan talenta, penciptaan peluang kerja, serta pemberdayaan masyarakat, STT GDC berharap dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di tengah pesatnya transformasi digital nasional.E2

