JAKARTA, Bisnistoday- Surplusnya neraca perdagangan pada Januari 2022 menjadi sentimen positif perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 73,01 poin ke posisi6.807,5, sementara Indeks LQ45 naik 12,68 poin ke posisi 975,32.
Tim Riset Indo Primier Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan surplus negara perdagangan RI bulan Januari sebesar 0,93 miliar dolar AS atau lebih besar dari konsensus yakni 0,2 miliar dolar AS menjadi sentimen positif.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 0,9 miliar dolar AS pada Januari 2022 dengan nilai ekspor 19,16 miliar dolar AS dan impor 18,23 miliar dolar AS. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah membukukan surplus selama 21 bulan beruntun.
Sementara itu, sentimen negatif bagi indeks adalah indeks saham utama di bursa Wall Street yang terkoreksi seiring memanasnya tensi geopolitik di Ukraina.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih bertahan di teritori positif hingga penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor perindustrian naik paling tinggi yaitu 2,23 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor infrastruktur masing-masing 1,42 persen dan 1,35 persen.
Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi dan sektor transportasi & logistik masing-masing sebesar minus 0,12 persen dan minus 0,07 persen
Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing di seluruh pasar sebesar Rp968,01 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp615,66 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.458.001 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,26 miliar lembar saham senilai Rp13,67 triliun. Sebanyak 268 saham naik, 251 saham menurun, dan 160 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 214,4 poin atau 0,79 persen ke 26.865,19, indeks Hang Seng turun 200,86 poin atau 0,82 persen ke 24.355,71, dan Straits Times meningkat 0,1 poin ke 3.421,3.
Rupiah Menguat
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 26 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp14.300 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.326 per dolar AS.
“Penguatan rupiah ditopang neraca dagang bulan Januari yang masih mengalami surplus meski jumlahnya menurun,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Ia mengatakan, selain karena surplus negara perdagangan, menguatnya rupiah juga seiring dengan turunnya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2021. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan IV 2021 tercatat sebesar 415,1 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan sebelumnya sebesar 424 miliar dolar AS.
Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan sektor swasta. Secara tahunan, posisi ULN triwulan IV 2021 terkontraksi 0,4 persen (yoy), setelah tumbuh 3,8 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Dari eksternal, pejabat The Federal Reserve terus berdebat tentang seberapa agresif untuk memulai kenaikan suku bunga yang akan datang pada pertemuan Maret mendatang.
Presiden Fed St Louis James Bullard, yang menyerukan kenaikan besar 50 basis poin pada minggu sebelumnya, mengulangi seruan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.313 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.268 per dolar AS hingga Rp14.316 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp14.292 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.338 per dolar AS./








































