www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 7 November 2026
Home EKONOMI The Fed Cenderung Tahan Suku Bunga
EKONOMIEkonomi & BisnisHEADLINE NEWS

The Fed Cenderung Tahan Suku Bunga

Gedung The Fed di Wahington DC.
The Federal Reserve di Washington, AS.
Social Media

NEW YORK, Bisnistoday – Federal Reserve (The Fed) berupaya mempertahankan suku bunga acuannya secara konsisten antara 5,00-5,25 persen di akhir pertemuan Juni, sejalan dengan ekspektasi. Ini, menjadikan Dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan.

“Mempertahankan kisaran target stabil pada pertemuan ini memungkinkan komite untuk menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,07 persen menjadi 103,2667 pada akhir perdagangan, setelah mencapai posisi terendah empat minggu di awal sesi.

Mengenai pertumbuhan ekonomi, The Fed memproyeksikan bakal tumbuh 1,0 persen tahun ini, atau lebih tinggi dari perkiraan 0,4 persen pada Maret. Sementara, perkiraan pertumbuhan PDB untuk tahun 2024 diturunkan sebesar 0,1 poin persentase menjadi 1,1 persen.

Dalam komentar pembukaan pada konferensi persnya, Ketua Fed, Powell mengatakan bahwa “hampir semua” pembuat kebijakan “berharap akan tepat untuk menaikkan suku bunga lebih jauh hingga akhir tahun terbuka.

Peluang Kenaikan

Prakiraan baru yang dirilis bersamaan dengan keputusan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga dana federal naik menjadi 5,6 persen, menunjukkan dua kenaikan lagi lebih lanjut hingga Desember.

Para pejabat Fed sekarang memperkirakan suku bunga fed fund akan mencapai 5,6 persen tahun ini, menyiratkan dua kenaikan 25 basis poin lagi pada tahun 2023, meningkat dari perkiraan 5,1 persen pada rangkaian perkiraan terakhir yang dirilis pada Maret.

Setelah pengumuman keputusan tersebut, dolar AS tiba-tiba melonjak, memulihkan sebagian besar kerugian yang dialaminya sebelum keputusan tersebut dirilis.

“Perlambatan inflasi AS pada Mei menjadi 4,0 persen telah memberi Federal Reserve keyakinan untuk menghentikan kenaikan suku bunga pada kisaran 5,0-5,25 persen setelah sepuluh kali kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret tahun lalu,” kata Srijan Katyal, kepala strategi global dan jasa-jasa perdagangan di perusahaan pialang internasional ADSS.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0836 dolar AS dari 1,0790 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2668 dolar AS dari 1,2602 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 139,6670 yen Jepang, lebih rendah dari 140,2840 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8992 franc Swiss dari 0,9059 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3313 dolar Kanada dari 1,3311 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,7148 krona Swedia dari 10,7138 krona Swedia./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Industri Elektronik
HEADLINE NEWS

Triwulan III-2026, Industri Manufaktur Tumbuh 5,88 Persen

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy)...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...