JAKARTA, Bisnistoday – Transformasi bisnis yang dilakukan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mulai mendapat perhatian dari kalangan analis. Pergeseran fokus perusahaan ke perdagangan daging beku impor dinilai menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan protein hewani di Indonesia.
Dalam riset yang diterbitkan pada 18 Juni 2026, analis PT Sinarmas Sekuritas (SimInvest) Yosua Zisokhi menilai perubahan arah bisnis tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Pemulihan kinerja BEEF semakin terlihat, didukung oleh keberhasilan perseroan mengalihkan fokus bisnisnya ke perdagangan daging beku impor,” tulis Yosua dalam laporannya di Jakarta, Jumat (19/6).
Menurut SimInvest, permintaan daging sapi di Indonesia masih memiliki prospek yang baik. Di sisi lain, produksi dalam negeri belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar sehingga ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha di sektor ini dinilai masih terbuka.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi BEEF yang dalam beberapa tahun terakhir memperkuat bisnis perdagangan daging beku sekaligus mengembangkan fasilitas logistik untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Selain perdagangan daging, perusahaan juga mengembangkan bisnis penggemukan sapi dan dairy yang dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan baru. SimInvest menilai diversifikasi tersebut berpotensi meningkatkan profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi bisnis perseroan dalam jangka panjang.
Dukungan pemerintah terhadap program ketahanan pangan dan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat juga dipandang menjadi faktor yang dapat menopang pertumbuhan industri dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko, termasuk fluktuasi harga daging global, persaingan usaha, dan perubahan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan sektor pangan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, SimInvest memulai cakupan terhadap saham BEEF dengan rekomendasi Buy dan target harga Rp235 per saham untuk 12 bulan ke depan.//







































