BANDUNG, Bisnistoday -Rektor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan bahwa Universitas Padjadjaran (Unpad) menyambut baik kebijakan pemerintah terkait Work From Home (WFH) sebagai upaya mengantisipasi potensi krisis energi akibat dinamika geopolitik global.
“Pada prinsipnya, kami ingin mendukung pemerintah dalam mengantisipasi kemungkinan krisis energi maupun dampak lain dari kondisi eksternal. Unpad akan menyesuaikan langkah sesuai dengan surat edaran dari kementerian,” ditemui di Bandung, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa penerapan WFH akan difokuskan pada aktivitas yang tidak memerlukan kehadiran fisik, seperti perkuliahan non-praktikum dan non-kerja lapangan.
Sementara itu, kegiatan administrasi perkantoran direncanakan dilakukan WFH satu hari dalam satu minggu.
“Kuliah yang tidak membutuhkan keterampilan langsung bisa dilakukan secara WFH.
Kami juga mengimbau dosen dan tenaga kependidikan untuk bekerja dari rumah, bukan dari tempat lain seperti cafe, agar tujuan efisiensi energi dapat tercapai,” jelasnya.
Terkait implementasi, Unpad telah menerima surat edaran dari kementerian dan akan segera menerapkannya dalam waktu dekat. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak boleh mengganggu esensi pendidikan.
“Mahasiswa yang memang tidak bisa mengikuti WFH akan tetap menjalani kegiatan seperti biasa. Tetapi yang memungkinkan, akan kami dorong untuk WFH sebagai kontribusi terhadap ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Mengenai tingkat efisiensi yang dihasilkan, ia mengaku belum dapat memberikan angka pasti.
“Variabelnya sangat banyak, mulai dari jumlah mahasiswa yang tetap hadir di kampus hingga dosen yang bekerja dari rumah. Kami perlu mengumpulkan data terlebih dahulu sebelum dapat menghitung dampaknya secara lebih akurat,” tutupnya.E2


