www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home EKONOMI Usaha Rakyat Tak Boleh Kalah Dengan Kapitalis Besar
EKONOMIEkonomi Rakyat

Usaha Rakyat Tak Boleh Kalah Dengan Kapitalis Besar

SILATBAR EKONOMI RAKYAT : Inisiator Silatbar, Ali Mahsun Atmo bersama Lily Wahid Cucu Kyai Hasyim Asyhari dalam kegiatan Silaturahmi Besar dan seminar nasional bertajuk “Bersatu dan Tangguh : Ekonomi Rakyat Unggul di Negeri Sendiri.” di Jakarta, Kamis (24/3).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Sejumlah pimpinan organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara menggelar Silaturahmi Besar (silatbar). Kegiatan yang bertujuan sebagai forum silaturahmi serta mengasah gagasan besar ekonomi rakyat nusantara digelar selama 24-25 Maret 2022. Pelaku usaha rakyat sepakat bersatu mendorong ekonomi rakyat kecil menjadi tuang rumah sendiri dan tidak boleh kalah dengan praktik kapitalis besar. 

“Tidak rela ekonomi rakyat direnggut walaupun oleh sesama anak bangsa sendiri bahkan asing. Silaturahmi ini dengan maksud ekonomi rakyat berdiri tegak, menjadi tuan rumah sendiri, atau sebagai pilar utama kemandirian kekuatan utama ekonomi bangsa,” tegas Inisitor dan Penaggungjawab Silatbar, Ali Mahsun Atmo sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) didampingi oleh Ketua Panitia Pelaksana, Sudarto, dalam kegiatan silatbar di Jakarta, Kamis (24/3).

Silaturahmi besar ini, dihadiri oleh puluhan Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara serta ratusan anggota organisasi usaha rakyat. Kegiatan ini juga dilanjutkank seminar nasional bertajuk “Bersatu dan Tangguh : Ekonomi Rakyat Unggul di Negeri Sendiri.” 

Lebih lanjut Ali Mahsun Atmo menegaskan, perjuangan sejak era reformasi atau sudah berjalan 24 tahun silam, belum berhasil mengentaskan ekonomi arus bawah atau ekonomi rakyat kecil. Malah kondisi sekarang kondisi ekonomi rakyat kecil makin terpuruk, menyitir data ADB (Asian Development Bank) sebesar 48,6 % usaha mikro terdampak pandemik Covid-19. 

”Dengan kondisi sekarat ini, usaha rakyat masih harus dihadapkan program one world economic tentu akan menyulut persoalan komplek. Kami tak pernah ikhlas, usaha rakyat jadi korban one world digitial ekonomi.”

Lebih jauh lagi, lanjut Ali Mahsun, bahkan sejak zaman kemerdekaan atau sudah 77 tahun berjuang bersama hingga sekarang, posisi ekonomi rakyat belum ditempatkan secara proporsional. “Sekarang ini, buruh, nelayan, berjuang sendiri, ujungnya adalah kegagalan dalam menyalurkan aspirasi bersama, jadi tidak ada perubahan,” tuturnya. 

Disisi lain, Ali Mahsun menegaskan, tidak anti asing dalam pengembangan ekonomi kerakyatan. Apabila asing tersebut, dengan syarat mengetuk pintu dan berkolaborasi dengan baik. Namun sebaliknya, kalau kehadiran asing hanya merenggut ekonomi rakyat dan menjajah ekonomi bangsa, saya tegaskan akan pimpim sendiri pergerakan ekonomi rakyat nusantara.

Pelaksanaan kongres ini, lanjut Ali Mahsun, nanti hasilnya akan dibahas lebih lanjut di tingkatkan kongres ekonomi rakyat. Kini, semua yang berkepentingan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi. 

“Rakyat harus jadi subyek, bukan sebagai obyek.Karena itu, rakyat harus didampingi kegiatan ekonomi dari hulu hingga hilir. Ekonomi rakyat kecil harus dipagari rapat, bertujuan untuk masyarakat adil dan makmur. Rakyat tak boleh dijadikan korban,” cetusnya. 

Wadah Organisasi

Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat sekaligus Ketua Harian Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Hery Haryanto Azumi mengatakan, pertemuan silatbar mengusung konsep besar tanpa kehadiran korporasi bahkan pemerintah dan terus berjalan. “Segenap pimpinan asosiasi dan kita semua yang hadir, merupakan payung besar. Tanpa persatuan yang kuat, ekonomi rakyat tidak mungkin diperhitungakan.”

Ia menuturkan, pada kesempatan terakhir, Wapres RI berpesan untuk mendukung arus baru ekonomi dengan mengandalkan ekonomi arus bawah. Wapres, katanya, mengimbau smeua sektor memberikan konstribsu untuk mewujudkan ekonomi yang mendiri dan berdaulat. 

“Masa depan, adalah kolaborasi dan pengembangan sistem. Tanpa itu, tidak akan mandiri dan selamanya jadi korban kapitalis besar, ”tuturnya. 

Sementara, cucu pendiri bangsa Kyai Hasyim Ashari yakni Lili Wahid menambahkan, salama ini ekonomi rakyat masih terpinggirkan. Pedagang yang sama dijumpai di berbagai kota seperti pecel lele, soto lamongan dan lainnya. “Kalau saja mereka mogok saja, akan mengganggu kehidupan, dan pemerintah masih pandang sebelah mata.”

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi Rakyat

Bandung Great Sale 2026 Hadirkan Diskon Besar, dari We Are We hingga Persib Store

BANDUNG, Bisnistoday - Bandung Great Sale 2026 menjadi agenda belanja yang menawarkan...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...