www.bisnistoday.co.id
Senin , 17 Agustus 2026
Home EKONOMI Volume Angkutan Barang dengan Kereta Api Meningkat 6%
EKONOMI

Volume Angkutan Barang dengan Kereta Api Meningkat 6%

Lokomotif Kereta Api milik PT Kereta Api Indonesia melintasi rute jarak jauh di Pulau Jawa, belum lama ini. (BToday)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kinerja Angkutan Barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan tren positif menjelang akhiri Semester I tahun 2021. Pada Semester I, 2021 KAI melayani Angkutan Barang sebanyak 23,6 juta ton, naik 6% dibanding dengan Semester I 2020 dimana KAI mengangkut 22,1 juta ton barang.

Adapun pada bulan Juni 2021, barang yang diangkut KAI yaitu 4,3 juta ton, naik 5% dibanding periode bulan Mei 2021 yaitu sebanyak 4,1 juta ton.

“KAI terus bekerja keras dalam meningkatkan performa Angkutan Barang. Kenaikan volume barang yang KAI layani ini sangat penting bagi KAI untuk tetap survive di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus melalui keterangan persnya di Jakarta, Jumat (9/7).

Baca juga : Selama PPKM Darurat, Mobilitas Masyarakat Pengguna Kereta Api Menurun

Angkutan batu bara masih menjadi andalan KAI di sektor angkutan barang. Pada Semester I 2021, komoditas batu bara merupakan penyumbang terbesar Angkutan Barang KAI dengan persentase mencapai 76% dari total Angkutan Barang KAI.

Pada komoditas tersebut, KAI terus berkordinasi dan bersinergi dengan seluruh pihak, melakukan rekayasa pola operasi yang optimal, serta mencari mitra-mitra baru sehingga volume angkutan batu bara mengalami peningkatan. Pada Semester I 2021, KAI melayani angkutan batu bara sebesar 18 juta ton, naik 12% dibanding pada Semester I 2020 yaitu sebesar 16,1 juta ton.

“Selain bebas pungli, keunggulan Angkutan Barang menggunakan Kereta Api di antaranya adalah waktu pengiriman yang terjadwal dan tepat waktu, serta lebih ramah lingkungan,” kata Joni.

Baca juga : Kereta Api Mulai Angkut Kontainer dari Tanjung Perak ke Jakarta

Salah satu inovasi yang dilakukan KAI dalam layanan angkutan barang adalah memberikan potongan harga sebesar 50% untuk pengiriman obat-obatan, Alat Pelindung Diri, dan Alat Medis Lainnya mulai 1 s.d 31 Juli 2021 dengan menggunakan KAI Logistik Express. Hal tersebut merupakan bagian perwujudan komitmen KAI Group mendukung program pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19.

KAI Logistik Express

KAI Logistik Express adalah layanan angkutan barang menggunakan kereta api yang dikelola oleh anak usaha KAI yaitu KAI Logistik.“Di tengah tingginya kasus Covid-19, tentu kebutuhan penanggulangan Covid-19 juga turut meningkat. Dengan kemudahan dan waktu pengiriman yang cepat dari KAI Logistik Express, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk memastikan seluruh kebutuhan Covid-19 tersuplai dengan baik dan tepat waktu,” kata Joni.

Baca juga : KAI Angkut Rel Kereta Cepat dari Cilacap ke Rancaekek

Joni menambahkan, dengan adanya pembatasan mobilitas masyarakat saat ini, jasa pengiriman barang menggunakan Kereta Api berperan penting sebab dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

“KAI tetap melayani berbagai komoditas Angkutan Barang dengan Kereta Api pada masa PPKM Darurat mulai dari Batu Bara, Peti Kemas, hingga Retail. KAI akan mengoptimalkan layanan angkutan barang di tengah pembatasan yang diterapkan pada layanan Angkutan Penumpang,” tutur Joni./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

BANDUNG, Bisnistoday - Garuda Indonesia kembali melayani penerbangan menggunakan pesawat jet dari Bandara...

Menteri Koperasi
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Berkapasitas 45 Ton, Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

MUSI BANYUASIN, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan CPO milik...

Rapat KUR
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, Berlaku Mulai September

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah memastikan suku bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menteri UMKM Tegaskan Ojol Tidak Dikenai Pajak

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman...