JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku usaha yang tergabung didalam Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mengharapkan agar semua anggota yakni Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) turut menjaga iklim investasi yang kondusif terutama bagi kelangsungan usaha jalan tol di Indonesia. Ketidakpastian usaha ditengah pandemic Covid 19 terus membayangi serta menjadi tantangan investasi jalan tol.
“Sangat diperlukan kondisi iklim investasi yang kondusif dan kepastian usaha,”ungkap Ketua Umum ATI, Subakti Syukur saat membuka Rapat Anggota Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (9/7) di Jakarta.
Baca juga : Pemerintah Tawarkan Investasi Pembangunan Tol Gilimanuk – Mangwi
Pembahasan dalam Rapat tahunan ini terkait kegiatan dan laporan keuangan ATI di tahun buku 2020, perubahan susunan pengurus, serta membahas mengenai berbagai progres kegiatan ATI di tahun 2021. Rapat diikuti oleh 55 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebagai anggota ATI dan para holding,
Karena itu, menurutnya, ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi Covid-19 membuat berbagai pihak harus saling bersinergi dan melakukan berbagai upaya untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Karenanya, ATI terus mengedepankan kontinuitas proses pembangunan dan layanan jalan tol guna mewujudkan infrastruktur berkelanjutan dengan memberikan layanan terbaik bagi pengguna jalan tol.
Baca juga : Pemerintah Tawarkan Investasi 6 Ruas Tol
Subakti Syukur mengatakan, sebagai asosiasi profesional yang mewadahi seluruh BUJT di Indonesia, keberadaan ATI juga diharapkan dapat ikut bersinergi dalam upaya meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan usaha jalan tol bagi masyarakat. Demikian juga, ATI mampu meningkatkan peran serta seluruh anggota menjadi bagian dari stakeholder pembangunan Indonesia, terutama dalam menciptakan konektivitas nasional.
Dalam sesi diskusi interaktif yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATI, Krist Ade Sudiyono, membahas mengenai tindak lanjut isu-isu strategis yang sangat berpengaruh panjang pada kesinambungan bisnis jalan tol dan iklim investasi. Salah satu diantaranya terkait rencana Pemerintah untuk menerapkan pemanfaatan teknologi nirhenti berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF).
Baca juga : Tol Kuala Tanjung – Parapat Ditargetkan Rampung Akhir 2021
Dalam kesempatan itu, Sekjen ATI mengatakan, ATI memiliki visi yang sama dalam peningkatan pelayanan kepada pengguna jalan tol khususnya yang terkait dengan modernisasi sistem transaksi jalan tol melalui pemanfaatan teknologi electronic toll collection. Tentunya sistem yang akan diterapkan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan cepat, aman, mudah dan sederhana (dari sisi pengguna jalan tol), serta mendukung efektivitas operasional, akurasi dan keamanan data juga memberikan nilai tambah nyata kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
“Oleh karenanya, rencana Pemerintah dalam menerapkan MLFF ini harus memenuhi standar layanan dan kesesuaian dengan kondisi jalan tol di Indonesia yang didukung kesiapan regulasi yang memadai,” tutur Krist Ade.
Tak hanya itu, dalam diskusi ini ATI juga diharapkan dapat mendorong seluruh anggotanya untuk dapat berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menggerakkan bisnis industri jalan tol kepada BUMN ataupun sektor swasta, serta kerjasama baik dengan Pemerintah untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol.
Terdampak Pandemi
Krist Ade mengutarakan, fokus pembahasan lainnya yang juga dibahas yakni mengenai tantangan dan peluang bisnis serta investasi sektor jalan tol di tengah Pandemi Covid-19 yang berdampak pada pendanaan proyek pembangunan dan pengoperasian jalan tol. Sehingga, BUJT perlu menjaga kesinambungan bisnis jalan tol termasuk pelaksanaan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol dengan Pemerintah yang seimbang.
Baca juga : Tol Cisumdawu Keseluruhan Ditargetkan Selesai Desember 2021
Diantaranya dengan terus memonitor dan mengawal agar terwujudnya percepatan dana talangan dan Badan Layanan Umum, perlunya kepastian akan hak BUJT dalam pemanfaatan Right of Way (ROW) dan pengusahaan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/TIK) yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bagian pengusahaan jalan tol.
“Pandemi memang belum berakhir dan industri jalan tol bergerak sangat dinamis, oleh karenanya ATI dan seluruh anggotanya berkomitmen untuk berupaya maksimal melanjutkan proses pembangunan dan mengoperasikan jalan tol ini dengan baik, berikhtiar untuk membangun negeri,” tambah Krist Ade./


