www.bisnistoday.co.id
Minggu , 1 November 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Wamen Diana Targetkan Bendungan Jlantah di Karanganyar Beroperasi Januari 2025
Ekonomi & Bisnis

Wamen Diana Targetkan Bendungan Jlantah di Karanganyar Beroperasi Januari 2025

wamen Diana
WAMEN PU, Diana Kusumastuti./
Social Media

KARANGANYAR, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus melakukan percepatan penyelesaian konstruksi Bendungan Jlantah yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar dalam rangka meningkatkan kapasitas tampungan air di Jawa Tengah.

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menginstruksikan agar penyelesaian konstruksi Bendungan Jlantah dapat dilakukan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan aspek kualitas dan keselamatan.

“Semoga bendungan ini bisa segera diresmikan pada Januari 2025. Setelah konstruksi bendungan selesai, saya minta agar langsung dilanjutkan dengan penyediaan jaringan irigasi agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” kata Wamen Diana saat meninjau Bendungan Jlantah, Sabtu (21/12).

Bendungan Jlantah didesain dengan tinggi 70 meter, panjang puncak 404 meter, lebar puncak 12 meter, dan elevasi puncak di +690 dpl. Dengan luas genangan 50,45 ha, bendungan ini dapat menampung air hingga 10,97 juta m3 yang bersumber dari Sungai Jlantah dan Sungai Puru.

Pembangunan Bendungan Jlantah dilakukan mulai tahun 2019 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024 dengan progres fisik saat ini telah mencapai 98,52%. Pekerjaan konstruksinya dilaksanakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp1,025 triliun.

“Saat ini konstruksinya tinggal tahap finishing saja, kemarin tanggal 20 Desember 2024 juga sudah dilakukan impounding. Diperkirakan pada 5 Januari 2025 sudah bisa terisi hingga elevasi intake yakni +662 dpl,” kata Direktur Bendungan dan Danau Adenan Rasyid.

Dukung Irigasi Pertanian

Setelah rampung, Bendungan Jlantah akan memiliki manfaat suplai air irigasi untuk Kabupaten Karanganyar seluas 1.494 ha, terdiri dari 806 ha daerah irigasi yang sudah ada (peningkatan IP 172% menjadi 272%) dan 688 ha irigasi baru (IP 272%). Bendungan ini juga berfungsi menyediakan air baku sebesar 150 liter/detik untuk Kecamatan Jumapolo, Jatiyoso, dan Jatipuro di Kabupaten Karanganyar.

Selain itu, Bendungan Jlantah juga dapat mereduksi banjir sebesar 70,33 meter3/detik atau 51,26% dari debit banjir periode ulang 50 tahun. Terdapat juga potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW dan potensi pariwisata./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

QM FInancial
Ekonomi & Bisnis

Rayakan 23 Tahun, QM Financial Gelar “Go Beyond Finance Festival” dan Peluncuran Buku

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Setiap fase kehidupan memiliki kebutuhan dan tantangan finansial yang...

Ekonomi & Bisnis

Lebih dari 70 Stand Ramaikan CL Organic Green & Healthy Expo 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Mal Ciputra Jakarta kembali berkolaborasi dengan Komunitas Organik Indonesia (KOI)...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Garap Bisnis Minyak Jelantah, Pasok ke Pertamina

BANYUMAS, Bisnistoday.co.id — Empat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  KDKMP di Banyumas,...

Harga Emas
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji Pastikan Bea Keluar Emas Tetap Diberlakukan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengingatkan, pasokan bahan baku industri...