www.bisnistoday.co.id
Rabu , 26 Agustus 2026
Home EKONOMI Permintaan Komoditas Kelapa Sawit Masih Tinggi
EKONOMI

Permintaan Komoditas Kelapa Sawit Masih Tinggi

Kelapa Sawit
Salah satu perkebunan kepala sawit milik PT Astra Agro Lestari, di areal Sumatera, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengakui kebutuhan komoditas kelapa sawit internasional dan domestic saat ini belum mencukupi. Diperkirakan juga produksi kelapa sawit secara umum belum berjalan normal usai pandemic Covid-19 mereda. Karenanya, dalam jangka pendek diprediksikan harga kelapa sawit masih tinggi.  

“Diketahui, apa yang terjadi bahwa bisa dikatakan perform produksi memang tidak begitu baik, atau terjadi lag (ketimpangan) dibanding tahun lalu. Begitupun di Malaysia, juga sama dan ini menyebabkan suplay palm oil menjadi flat. Bahkan komoditas lainnya juga mengalami hal yang sama,” ungkap Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono dalam keteranganya kepada media melalui daring, di Jakarta, Rabu (17/11).

Lebih lanjut Joko menerangkan, dari sisi demand (kebutuhan) seperti yang terjadi di Tiongkok yang mengalami pemulihan ekonomi begitu cepat dan terjadi pula untuk sejumlah negara lainnya. “Tingginya kebutuhan komoditas, membuat beberapa negara kesulitan untuk memenuhi kebutuhan Tiongkok in. Kebutuhan kapal, container dan lainnya dalam beberapa bulan terakhir,” tuturnya. 

Joko mengatakan, produksi komoditas termasuk kelapa sawit ini terserap banyak ke Tiongkok. Hal inilah membuat produksen komoditas beberapa negara belum begitu siap. 

“Pasca pandemik ini, belum siap. Jadi tidak seimbang demand dan supply dan itu salah satunya yang memicu harga seperti minyak goreng juga naik. Dan banyak harga komoditas lainnya naik, tidak hanya Palm Oil, pupuk, baja ikut naik,” ujarnya. 

Mengenai BK (biaya keluar), menurut Joko Supriyono, sudah melalui diskusi panjang. Begitupun menyangkut program biodiesel untuk tahun ini diharapkan tidak ada kendala. Pemenuhan kebutuhan komoditas kelapa sawit sangat tergantung dengan kebutuhan domestic untuk program biodiesel. “Seperti diketahui kebutuhan untuk domestic tetap menjadi prioritas,” tuturnya. 

Joko Supriyono mengambahkan, perkembangan permintaa hingga September 2021 terus meningkat khususnya industry dalam negeri. Kebutuhan domestik mengalami peningkatan sangat significant. Sedangkna produksi maish flat, sehingga diperkirakan pertumbuhan ekspor juga cenderung menurun. 

“Permintaan domestic meningkat tinggi sekitar 8,7%, sedangkan produksi flat, maka diperkirakan ekspor hingga akhir tahun akan terkoreksi. Karena tentu, akan mendahulukan pasokan kebutuhan domestic,” urainya.

Togar Sitanggang, Sekjen Gapki menuturkan, komoditas sawit sudah menjadi kebutuhan dunia. Dengan begitu, kalau harganya komoditas naik secara industry maka harga sawit lokal mengikutinya.”Trennya saat ini harga sawit dunia terus naik, dan ini merupakan wujud perbaikan ekonmi dan dampaknya terhadap inflasi karena harga komoditas naik. Ini terjadi di batubara, palm oil, pupuk terangkat naik,” tambahnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Anugerahkan Koperasi Award kepada Gen Z hingga Tokoh Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menganugerahkan Koperasi Award kepada sejumlah tokoh...

Dirut KAI
EKONOMI

Dirut KAI Fokus Optimalkan Area Pertumbuhan Ekonomi Wilayah TOD

JAKARTA, Bisnistoday – PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal lebih fokus pengembangan...