JAKARTA, Bisnistoday- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D mengatakan, UMKM menjadi pilar kekuatan ekonomi rakyat dengan pertumbuhan Pasar Rakyat pada tahun 2024 mencapai 17.453 unit. Sementara pasar rakyat sebagai pusat distribusi produk UMKM di seluruh pelosok Indonesia mencapai 30,19 juta pada tahun 2025.
“UMKM sebagai motor penggerak konsumsi masyarakat dan pencipta lapangan kerja,” ujar Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D dalam Seminar Nasional Munas VI APKLI P dan Penandatanganan Komitmen Bersama BPOM dan APKLI P di Jakarta, Selasa, (25/8).
Prof. Taruna menyebut, pemberdayaan UMKM BPOM telah mengawal pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen. Adapun capaian pendampingan UMKM yang dilakukan BPOM sejak 2022 mencapai 4.165 UMKM Pangan Olahan. Sedangkan UMK Obat Bahan Alam (OBA) mencapai 1.165. Sementara UMKM Kosmetik mencapai 1.025.
“Profil perizinan Produk UMK Pangan Olahan mencapai 64 persen. Dari 19.694 perusahaan dengan pangan olahan terdaftar di BPOM. Sedangkan izin pangan olahan dimiliki UMK mencapai 40 persen dari total 137 ribu izin edar pangan olahan terdaftar di BPOM.
Sementara Sertifikat SPP-IRT (per Juni 2026) mencapai 653.756, diterbitkan untuk 244.175 Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP),” jelasnya.
Keberpihakan pada UMKM. Penerapan Cara Produksi/Pembuatan Produk yang Baik Secara Bertahap. Memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM tanpa menurunkan keamanan dan mutu.
Temuan produk ilegal atau produk mengandung bahan dilarang/berbahaya di jalur peredaran berisiko terhadap kesehatan konsumen, merusak reputasi dan kepercayaan terhadap pelaku usaha yang taat regulasi “Bangga Produk Legal, Aman, Bermutu, dan Berkhasiat. Gerakan bersama untuk menjaga reputasi usaha, kepercayaan konsumen, dan daya saing produk UMKM.
Membangun UMKM dengan produk yang legal, aman, dan bermutu bukan hanya melindungi konsumen, tetapi menumbuhkan kepercayaan,memperluas daya saing, dan menggerakkan ekonomi bangsa,” paparnya.








































