www.bisnistoday.co.id
Minggu , 16 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Melemah Dibayangi Sentimen Lonjakan Covid-19
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Melemah Dibayangi Sentimen Lonjakan Covid-19

IHSG MELEMAH : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (18/3) ditutup melemah.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Perdagangan Kamis (3/2) sore, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami pelemahan dibayangi kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia. Hari ini, IHSG ditutup melemah 23,8 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.683,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,95 poin atau 0,21 persen ke posisi 945,94.

“Dari dalam negeri, sentimen utama bagi pergerakan IHSG yaitu kasus positif COVID-19 Indonesia yang akhir-akhir ini kembali meningkat,” kata analis fundamental Kanaka Hita Solvera (KHS) Raditya Pradana, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/2).

Seperti diketahui, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (2/2) kemarin mencapai 17.895 kasus sehingga total kasus mencapai 4,39 juta kasus. Khusus untuk kasus positif varian Omicron telah mencapai 3.161 kasus.

Sejak 24 Januari 2022, kasus positif COVID-19 di Indonesia selalu mengalami peningkatan, bahkan memasuki gelombang ketiga. Raditya menilai kondisi tersebut tentunya menjadi katalis negatif bagi bursa.

“Harapannya kasus positif COVID-19 tidak kembali bertambah sehingga tidak mengganggu jalannya bisnis dan perekonomian,” ujar Raditya.

Kendati demikian, Raditya menilai makroekonomi Indonesia masih solid. Inflasi tahunan Indonesia meningkat 2,18 persen pada Januari 2022 dari 1,87 persen pada Desember 2021, level tertinggi dalam 20 bulan terakhir, serta diatas konsensus pasar sebesar 2,15 persen.

Menurut Bank Indonesia, inflasi saat ini masih terkontrol karena masih berada dalam kategori rendah.
“Ke depan, Bank Indonesia kami proyeksikan akan tetap konsisten dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai kisaran targetnya 3 plus minus 1 persen pada 2022,” tutur Raditya.

Sementara itu, sektor manufaktur Indonesia meningkat solid. Indeks IHS Markit Manufaktur Indonesia meningkat ke 53,7 pada Januari 2022 dari 53,5 pada bulan sebelumnya dan merupakan peningkatan selama lima bulan berturut-turut saat kondisi bisnis yang membaik.

Ditambah pula pesanan baru mengalami peningkatan dalam tiga bulan dan ekspor juga meningkat signifikan. Dari segi harga, kenaikan biaya input mereda dari dari puncak pada Desember, sementara kenaikan harga output tetap solid dan sedikit berubah dari Desember.

Faktor Eksternal

Sementara, dari eksternal, Raditya mengatakan, sentimen masih terkait kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve. Risalah rapat The Fed pada 5 Januari 2021 mengisyaratkan bank sentral mungkin harus menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan alias bersikap hawkish.Kenaikan suku bunga tersebut bertujuan untuk menurunkan tingkat inflasi AS yang sudah terlalu tinggi terutama pada akhir tahun 2021.

“Kenaikan suku bunga yang pertama mungkin akan dilakukan pada Maret 2022. Kondisi ini menjadi katalis negatif bagi pasar saham,” kata Raditya

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau “net foreign buy” di seluruh pasar sebesar Rp459,76 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp255,68 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.493.743 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,22 miliar lembar saham senilai Rp10,63 triliun. Sebanyak 222 saham naik, 294 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya./Ant

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...

Iman Sudargo
Bursa

Luno Indonesia Perkenalkan Iman Sudargo Sebagai ‘Country Head’

JAKARTA, Bisnistoday -  Luno aplikasi investasi aset kripto global yang berkomitmen menyediakan...

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...