www.bisnistoday.co.id
Rabu , 4 November 2026
Home EKONOMI 2022, BRI Optimistis Pertumbuhan Kredit Berkisar 9-11%
EKONOMIPerbankan & Asuransi

2022, BRI Optimistis Pertumbuhan Kredit Berkisar 9-11%

KREDIT MENINGKAT : Gedung Bank BRI yang berada di Jakarta, belum lama ini. Dirut Bank BRI memastikan pertumbuhan kredit tahun 2022 akan lebih baik.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday. –  PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk memastikan pertumbuhan kredit pada tahun 2022 berkisar antara 9-11%. Angka ini bakal jauh lebih tinggi pada realisasi pertumbuhan kredit pada tahun 2021 hanya sebesar 7,16%. 

“Kami lebih optimistis menghadapi tahun 2022 dibandingkan dengan 2021 yang lalu,” ujar Dirut BRI (Persero) Tbk Sunarso dalam konferensi pers Laporan Kinerja Keuangan Triwulan IV Tahun 2021 di Jakarta, Kamis (3/2).

Optimisme tersebut seiring dengan kondisi global dan domestik yang sudah mulai membaik saat ini, sehingga menjadi penopang pertumbuhan kredit BRI. Selain kredit kinerja BRI tahun ini diperkirakan akan membaik yang tercermin dari rasio selisih bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) sebesar 7,6-7,8 persen dan tingkat biaya kredit (Cost of Credit) 2,8-3 persen.

Sementara, pertumbuhan biaya produksi (Overhead Cost Growth) diproyeksikan sekitar 6-8 persen dan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) 2,8-3 persen.

Mengenai aspek global, Sunarso berpendapat Amerika Serikat (AS), China, Eropa, dan negara-negara lain masih menjadi pendorong utama pemulihan ekonomi global, yang artinya pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh negara-negara yang sudah sangat mapan tersebut, serta didorong dengan makin intensifnya vaksinasi ke seluruh negara termasuk Indonesia.

Selain itu harga komoditas global yang diperkirakan masih tinggi meski sedikit menurun masih akan mendorong ekspor Indonesia dan meningkatkan perekonomian.”Perilaku manusia juga kini semakin adaptif menghadapi COVID-19,” kata Sunarso.

Sementara dari domestik ia menyebutkan aktivitas bisnis hingga kepercayaan kepada pemerintah pun semakin membaik, yang terlihat dari indeks bisnis UMKM BRI, yang membuat adanya peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi.

Meski begitu masih terdapat hal-hal yang perlu diwaspadai pada tahun ini, baik dari global maupun domestik, yaitu rencana perubahan kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) , munculnya COVID-19 varian Omicron, divergensi pemulihan ekonomi antar negara, rencana pengetatan kebijakan Bank Indonesia (BI), hingga mulai terbatasnya ruang fiscal./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pembahasan RUU Perkoperasian Capai 80 Persen, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

JAKARTA, Bisnistoday – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi menyampaikan pembahasan Rancangan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Suku Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen Pertengahan November, Pemerintah Anggarkan Subsidi Rp2,6 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan penurunan suku bunga Kredit...

Pameran ACC
Perbankan & Asuransi

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Astra Credit Companies mengikuti acara Otoritas Jasa Keuangan Financial...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Garap Bisnis Minyak Jelantah, Pasok ke Pertamina

BANYUMAS, Bisnistoday.co.id — Empat Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP)  KDKMP di Banyumas,...