www.bisnistoday.co.id
Minggu , 4 Oktober 2026
Home EKONOMI Kinerja Konsumsi Pemerintah di Zona Merah 
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kinerja Konsumsi Pemerintah di Zona Merah 

Social Media

JAKARTA, Bisistoday – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kinerja pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh negative atau berada di zona merah. Malah, dua triwulan berturut-turut kinerja pengeluaran konsumsi selalu negatif. Pada triwulan II 2022 pengeluaran konsumsi pemerintah -5,24 persen yoy, melanjutkan raport merahnya di triwulan I 2022 yang juga tumbuh negatif sebesar -7,59 persen yoy. 

Menurut Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto melakukan keteranganyanya di Jakarta menyatakan, kinerja stimulasi belanja APBN yang tidak optimal mendorong perekonomian.  “Ini tentu sangat disayangkan mengingat konsumsi pemerintah merupakan salah satu akseleran penting dalam memacu pemulihan ekonomi dari pandemi. Masalahnya, justru pada sisi belanja pemerintah inilah percepatan itu tidak terjadi,” dalam keterangnya.  

Penyebabnya belanja negara sampai dengan akhir Juni 2022 mencapai Rp1.156,88 triliun atau 37,24 persen terhadap Pagu APBN 2022 atau turun 1,13 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Jika dilihat lebih dalam pada realisasi Belanja Pemerintah Pusat juga mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 0,82 persen (yoy). Hal ini disebabkan realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal masih mengalami kontraksi masing-masing 20,75 persen dan 19,84 persen (yoy),” dalam uraiannya. 

Sektor Andalan Melempem 

Eko Listiyanto melanjutkan, empat sektor ekonomi yang memiliki kontribusi double digit bagi pertumbuhan ekonomi (yaitu sektor industri, pertambangan, pertanian, dan perdagangan) kesemuanya tumbuh di bawah pertumbuhan ekonomi triwulan II 2022 (5,44 persen yoy). Padahal secara distribusi pertumbuhan keempat sektor tersebut mendominasi PDB (Produk Domestik Bruto) hingga 56,59 persen). 

“Dengan masih lambannya pertumbuhan sektor-sektor yang mendominasi PDB ini, menggambarkan masih adanya belenggu persoalan yang menjadi batu sandungan bagi pemulihan di masing-masing sektor,” dalam keteranganya. 

Di sisi lain, dalam keterangan Eko, dengan kondisi demikian sesungguhnya masih ada ruang ke depan untuk bisa mendorong empat sektor penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ini agar mampu tumbuh lebih tinggi atau bahkan kembali ke jalur pertumbuhan rata-rata di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini, guna memperkuat daya tahan ekonomi dari ancaman resesi perekonomian global ke depan. 

“Terdapat pergeseran struktur ekonomi pasca pandemi yang terlihat dari kontribusi subsektor industri pengolahan semakin menurun, sementara kontribusi sektor pertambangan meningkat melebihi sektor perdagangan,” menurutnya. 

Apbila dibandingkan sebelum pandemi, tambah Eko, sektor pertambangan di kuartal II-2022 memiliki capaian kontribusi terhadap ekonomi yang tinggi sebesar 13,1 persen yang mana sudah melampaui sektor perdagangan sebesar 12,7 persen. “Kecepatan pertumbuhan sektor pertambangan yang tinggi mendorong semakin cepatnya sektor pertambangan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian,” ujarnya.

Dari sisi sektor industri, tambah Eko, subsektor industri makanan minuman masih belum pulih secara optimal. Subsektor industri makanan dan minuman tumbuh 3,68 persen di kuartal II-2022, kinerja ini masih rendah dibandingkan sebelum pandemi (2018-2019) di periode yang sama yaitu sebesar 8,3 persen. /

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Dua Hari Operasi Tanpa Tarif, Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Layani 24 Ribu Kendaraan

PROBOLINGGO, Bisnistoday.co.id - PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mencatat sebanyak 24.914 kendaraan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

OJK Tetapkan Perlakuan Khusus Kredit Bagi Debitur Terdampak Bencana di NTT

JAKARTA, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan perlakuan khusus atas kredit/pembiayaan...

Menteri Perindustrian
Ekonomi & Bisnis

Menperin Sarmuji: Industri Tumpuan Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan sektor industri merupakan tumpuan...

Ekonomi & Bisnis

Komitmen Layanan Terbaik Bawa Didimax Raih Peringkat Tertinggi Grade A+++ Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- ​PT Didimax Pialang Berjangka mencatatkan prestasi membanggakan pada paruh pertama...