JAKARTA, Bisnistoday – Ratusan buruh menggelar demo didepan Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Selasa (6/9) siang. Para pendemo menyampaikan ujuk rasa tentang penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah pada Sabtu (3/9) kemarin.
“Intinya kami menyuarakan tiga hal tuntutan, yakni pertama tolak kenaikan harga BBM. Kedua adalah tolak Omnimbus Law atau UU Cipta Kerja dan ketiga adalah penyesuaian upah minimum naik sebesar 13%,” ujar Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Igbal, di Jakarta, Selasa (6/9)
Menurutnya, kenaikan harga BBM telah memukul daya beli masyarakat. “Kita datang ke DPR untuk membentuk panja atau pansus BBM. “Kita akan menggelar aksi sampai dengan Desember secara di berbagai daerah,” terangnya.
Said Igbal mengatakan, sebagai pintu masuk adalah perbedaan harga penjualan untuk SPBU Vivo RON 89 dan Pertalite. Mengapa terjadi jauh perbedaan harganya yang sekaligus mengindikasikan ada permainan. “Nitizen harus bergerak dan presiden juga pro rakyat. Ini masukan yang didengar hanya dari para elite.Dengan nitizen kita harus menang,” tukasnya./






































