JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PUPR memastikan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masuk dalam Kawasan Archipelago, Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pasca revitalisasi. Revitalisasi TMII diharapkan tuntas pada Oktober 2022 saat pelaksanaa Forum G-20.
“Cipta Karya mengerjakan peta kuning, dan juga Bina Marga untuk jalan dan Sumber Daya Air, area pulau, dan ditambahkan pulau Miangas dan lokasi IKN juga ditandai,” ungkap Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, saat Kunjungan Kerja Kementerian PUPR bersama dengan Komisi V DPR, di TMII, Jakarta, Rabu (28/9).
Dia menerangkan, revitalisasi TMII terbagi dalam tiga zona perkerjaan. Untuk zona I, meliputi area klasik sejak pintu utama masuk ke TMII, hingga ke Sasono Utomo, Sasono Budoyo dan Sasono Adiguna. “Sedangkan yang Snowbay, difungsikan sebagai lapangan parkir,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk zona II yakni mencakup Arsitektur Nusantara. Pekerjaan yang dilakukan adalah revitalisasi danau dan penghilangan pagar sekitar danau. Dengan begitu, antara area archipelago dan Anjungan Daerah menyatu.
“Demikian juga untuk sekeliling danau disiapkan jogging track dan dilengkapi panggung budaya untuk pertunjukan dan bisa terlihat sekeliling danau,” terangnya. Begitupun akan ditata kembali untuk monorel dan wahana Caping Gunung serta Menara Pandang.
Prasarana Penunjang
Dia mengutarakan, untuk Zona III, merupakan bagunan berupa sarana Toilet, Halte Bus, dan Kawasan Istana Anak. Kawasan ini tidak disentuh dalam pembangunan karena akan dijadikan sebagai wahana edukasi jendela dunai.
“Konsepnya TMII porsi 70 persen adalah Kawasan hijau, sehingga bangunan yang dibangun pemda sendiri di Anjungan dan berdiri padat akan direvitalisasi. Untuk selanjutnya, diganti dengan penghijauan,” terang Diana./







































