TAPIN, Bisnistoday- Bendungan Tapin, Kab.Tapin Kalsel memberikan manfaat bagi ribuan petani di Kab.Tapin karena hasil panen meningkat tiga kali lipat. Kementerian PUPR akan fokus pengembangan dan rehabilitasi saluran sekunder dan tersier Daerah Irigasi Pertanian wilayah sekitar bendungan.
“Luasan daerah irigasi ditargetkan mencapai 5.472 ha dari sebelumnya hanya sekitar 3.000 ha, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para petani,” ujar M Fikri Abdurachman, Kepala BWS Kalimantan III, saat kegiatan Press Tour di Tapin, Kalimantan Selatan, Kamis (6/10).
Pembangunan Bendungan Tapin juga bermanfaat untuk penyedian air baku bagi air minum. Untuk tahap pertama, pemerintah bangun sarana dengan kapasitas pasokan air baku sekitar 250 liter per detik. Target jangka penjang dengan kapasitas mencapai 500 liter per detik sesuai kebutuhan.
“Diharapkan akhir tahun ini sudah tuntas pembangunan untuk 250 liter per detik. Nanti akan didistribusikan ke kecamatan-kecamatan,” ujarnya.
Pembangainan Daerah Irigasi Tapin yang sedang berproses atau on going seluas 1.608 ha. Sedangkan, rehabilitas Jaringan irigasi dengan dana IPDMIP status selesai dengan luasan 2.603 ha. Sedangkan pengembangan penyediaan sarana air baku Kabupaten Tapin on going.dilaksanakan TA 2022 multiyears contract (MYC) oleh SNVT PJPA Kalimantan III.
Panen Meningkat
Perwakilan Kelomppk petani, Nasfiah dari Desa Bungur, Kab.Tapin mengucapkan terima kasih. Dengan adanya saluran irigasi ini, para petani merasa terbantu. “Sebelumnya kami hanya panen sekali dalam setahun, sekarang ini mampu tiga kali panen,” ujarnya.
Nasfiah mengutarakan, mampu tanam padi dua kali dan satu kali palawija. Jadi dengan adanya Irigasi baru Tapin, memberikan manfaat besar bagi petani. “Harapan kami, agar ditambah jaringan irigasi tersiernya, biar semua patani merasakan peningkatan hasil panennya,” katanya.
Plt. Kabid Pertanian, Pemkab Tapin, Aji Budiono memgtakan, para petani merasakan manfaat bendumgan Tapin dengan membuktikan panen bisa meningkat jadi tiga kali. “Pembangunan ini memberikan dampak langsung pada sektor pertanian. Jaringan irigasi ini akan dilengkapi jaringan hingga tersier.”
Sementara, Saefudin Cipage Kelompok Tani Kab.Tapin menambahkan, pemanfaatan daerah irigasi juga harus diiringi dengan pengelolaan aliran irigasi. Bagaimana melakukan rotasi pemanfaatan air pertanoan. “Saluran air harus diatur kapan pintu kiri atau kanan dibuka dan ditutup. Ini harus memperhatikan kebutuhan air petani-petani.” tuturnya,/








































