www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Energi Kembali Dorong Penguatan IHSG
BursaBURSA & KORPORASI

Saham Sektor Energi Kembali Dorong Penguatan IHSG

KEMBALI MENGUAT: IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (23/11), IHSG menguat 23,54 poin ke posisi 7.054,12. Sementara indeks LQ45 naik 1,62 poin ke posisi 998,5
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Penguatan saham sektor energi kembali menjadi pendorong naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Rabu (23/11), IHSG menguat 23,54 poin ke posisi 7.054,12. Sementara indeks LQ45 naik 1,62 poin ke posisi 998,5.

Tim Riset Pilarmas Investindo dalam ulasannya di Jakarta, Rabu (23/11) menyebutkan, pergerakan IHSG mengekor pergerakan bursa global yang mayoritas mengalami penguatan. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga acuan komoditas yang kembali meningkat dimana adanya fenomena La Nina yang berpotensi menurunkan produksi dan mengakibatkan pengetatan pasakan komoditas energi.

Adanya nada dovish jelang rilis risalah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), juga memberikan ekspektasi penguatan harga komoditas.

Pada saat yang sama saham di sektor keuangan pun mengalami kenaikan seiring dengan window dressing dimana saham perbankan menjadi salah satu incaran para fund manager.

Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 0,68 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor infrastruktur masing-masing turun 0,13 persen dan 0,05 persen.

Sedangkan enam sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 1,2 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor transportasi masing-masing naik 0,99 persen dan 0,95 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GPRA, SDPC, BBYB, BABP, KRYA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PICO, LEAD, BSBK, BNBR, dan BKSW.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.179.555 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,45 miliar lembar saham senilai Rp11,37 triliun. Sebanyak 249 saham naik, 255 saham menurun, dan 199 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Hang Seng naik 99,4 atau 0,57 persen ke 17.523,81, Indeks Shanghai meningkat 7,97 poin atau 0,26 persen ke 3.096,91, dan Indeks Straits Times turun 6,62 poin atau 0,2 persen ke 3.252,94./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

Asuransi BRI Life Raih Enam Penghargaan TADEA 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life meraih enam penghargaan dalam ajang...

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pada Semester I 2026. (dok: Ciputra Life)
BURSA & KORPORASI

Pertumbuhan Bisnis Ciputra Life Berlanjut di Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mencatatkan kinerja positif...

Mirae Asset
Bursa

Pasar Kian Selektif, Mirae Asset Sekuritas Tingkatkan Layanan “Wealth Management”

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ruang penguatan pasar...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

MSCI Hapus GOTO dan Turunkan CPIN, Mirae Asset Sekuritas Ungkap Potensi Outflow Jangka Pendek

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August...