www.bisnistoday.co.id
Selasa , 25 Agustus 2026
Home EKONOMI Bulog Kalah Bersaing dengan Pengusaha dan Pengepul Beras
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Bulog Kalah Bersaing dengan Pengusaha dan Pengepul Beras

STOK BERASL DirekturUtama Perum Bulog, BUdi Waseso mengatakan, saat ini sudah tidak ada lagi panen padi, dan pasokan beras sudah tidak ada lagi di petani melainkan di tangan pengusaha-pengusaha dan pengepul beras
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, saat ini sudah tidak ada lagi panen padi, dan pasokan beras sudah tidak ada lagi di petani melainkan di tangan pengusaha-pengusaha dan pengepul beras.

Kendati demikian, lanjut Budi Waseso yang akrab disapa Buwas itu menegaskan bahwa Bulog akan terus mengamankan stok beras dengan melakukan pendekatan kepada para pengusaha-pengusaha beras  dan mau membeli neras dengan harga yang ada di pasaran. Namun, para pengusaha beras tersebut tidak mau menjual berasnya kepada Bulog.

“Mereka juga tidak bersedia untuk memberikan kepada kita dengan harga komersil, karena mereka harus jaga suplainya untuk pasar mereka. Ini yang fakta di lapangan seperti ini. Jadi bukan kita tidak berpihak buat petani, justru saya sangat berpihak pada petani dengan bukti empat tahun terakhir Bulog itu CBP-nya dari dalam negeri, nggak pernah kita impor karena barangnya ada,” kata Buwas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (23/11).

Buwas menjelaskan saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog sebanyak 594.856 ton yang terdiri dari 426.573 ton CBP dan 168.283 ton beras komersil.

Dia memprediksi, stok beras tersebut akan menurun hingga menjadi 300 ribu ton karena akan digunakan untuk program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar selama satu setengah bulan.

Sementara Bulog juga harus menyiapkan stok beras yang sewaktu-waktu harus digelontorkan untuk kejadian luar biasa seperti bencana gempa bumi di Cianjur.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Ismail Wahab menjelaskan bahwa stok beras masih tersedia di penggilingan sebanyak 1,8 juta ton, namun Bulog tidak mau membelinya dengan harga yang tinggi.

Berpihak Kepada Petani

Dalam kesempatan tersebut, Buwas juga menegaskan bahwa pihaknya selalu berpihak kepada petani dalam negeri dengan terus membeli beras dari mereka meskipun dengan harga yang tinggi di angka Rp10.200 per kg.

“Supaya paham, jangan sampai nanti di sini seolah-olah Bulog itu tidak berpihak kepada petani, justru kita sangat berpihak pada petani. Karena kita buktikan, Pak, saya buktikan dengan jajaran Bulog itu sudah empat tahun CBP (cadangan beras pemerintah) tidak pernah impor, Pak, karena barangnya ada,” kata Buwas./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Produk Halal
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Halal Menjadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday-  Industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu...

Java Kopi
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Kopi Jawa Barat Senilai Rp2,64 Miliar Dilepas Menuju ke Inggris

BANDUNG, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyaksikan pelepasan...

EKONOMI

OJK Sebut Kota Bandung Layak Jadi Role Model Pemberdayaan UMKM dan Pemberantasan Rentenir

BANDUNG, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menilai Kota Bandung layak...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...