www.bisnistoday.co.id
Rabu , 12 Agustus 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Kemendikbudristek Perkuat Basis Data Pendidikan
HumanioraNASIONAL & POLITIK

Kemendikbudristek Perkuat Basis Data Pendidikan

KEMENDIBUDRISTE perkuat basis data pendidikan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Penguatan Perencanaan Berbasis Data (PBD), termasuk juga Rapor Pendidikan, merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar dalam rangka memastikan pendidikan berkualitas untuk seluruh peserta didik Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Dikdasmen, Iwan Syahril di Jakarta, kemarin.

Untuk mendorong akselerasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) di Platform Merdeka Mengajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan webinar lewat kanal YouTube Microlearning Guru Belajar bertajuk Mengoptimalkan Perencanaan Berbasis Data untuk Satuan Pendidikan, baru-baru ini.

“Melalui PBD, kita ingin memastikan peserta didik mengalami kemajuan belajar sehingga lebih kompeten dan berkarakter. Selain itu, kita juga ingin memastikan bahwa kelompok-kelompok yang termarginalkan (sulit mendapat akses pendidikan) dibantu untuk mendapatkan akses pendidikan yg berkualitas,” kata Iwan Syahril.

Lebih lanjut, Dirjen Iwan menjelaskan, terdapat empat indikator untuk mendorong transformasi dalam satuan pendidikan. Salah satunya adalah PBD.

“Indikator pertama adalah mendorong agar satuan pendidikan berpihak kepada tumbuh kembang murid. Kedua, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif. Ketiga, satuan pendidikan mengembangkan budaya refleksi berbasis data. Terakhir, peningkatan hasil belajar murid, terutama kompetensi fondasi seperti literasi, numerasi, dan karakter,” jelas Iwan Syahril.

Dirjen PAUD Dikdasmen menegaskan bahwa PBD dan Profil Pendidikan juga merupakan upaya kita bersama memperbaiki permasalahan peningkatan mutu pendidikan dengan lebih sederhana dan bermakna.

“Dengan PBD, kita dapat melakukan transformasi satuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan dimulai dengan perencanaan dan penganggaran yang tepat,” terang Iwan seraya mengatakan bahwa tiga langkah penerapan PBD adalah Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).

Kendala Penggunaan Materi

Pada kesempatan yang sama, guru SMPN 4 Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Mohamad Anis dalam Sesi Tanya Jawab mengungkapkan kendala dalam memulai penggunaan materi PBD di  Platform Merdeka Mengajar.

“Sejak materi PBD muncul di Platform Merdeka Mengajar (PMM), sempat kami mengalami kendala karena kurangnya informasi sekaligus keraguan ketika bertindak, apakah langkah yang akan kami lakukan benar atau salah,” terang Anis.

Selain itu, ia mengemukakan bahwa meskipun setahun belakangan sudah ada akses internet di daerahnya namun akibat kendala letak geografis dan keterbatasan infrastruktur, Anis dan rekan sejawat mengalami kesulitan untuk mendiskusikan persoalan implementasi PBD di sekolah mereka./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menkeu
Humaniora

Kemendikdasmen Dorong Pemanfaatan  Papan Interaktif Digital Dalam Pembelajaran Sekolah

JAKARTA, Bisnistoday– Pemanfaatan Papan Interaktif Digital/Interactive Flat Panel (PID/IFP) di ruang kelas...

Gerhana
Humaniora

Gerhana Matahari Total Tidak Bisa Diamati dari Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday - Badan Meteorologi, Klimatologo, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, akan terjadi...

Humaniora

AYIMUN Depok Chapter, Satukan 315 Pelajar asal 118 Sekolah/Universitas se-Indonesia 

DEPOK, Bisnistoday – Bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT Al Haraki...

BIPA Pertiwi
Humaniora

Gerakan BIPA Mandiri Cetak Pemelajar Asing Berprestasi, dari Juara Internasional hingga Konten Kreator

JAKARTA, Bisnistoday - Sebuah gerakan belajar Bahasa Indonesia yang dirintis secara mandiri...