www.bisnistoday.co.id
Jumat , 26 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Kemendikbudristek Perkuat Basis Data Pendidikan
HumanioraNASIONAL & POLITIK

Kemendikbudristek Perkuat Basis Data Pendidikan

KEMENDIBUDRISTE perkuat basis data pendidikan.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Penguatan Perencanaan Berbasis Data (PBD), termasuk juga Rapor Pendidikan, merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar dalam rangka memastikan pendidikan berkualitas untuk seluruh peserta didik Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Dikdasmen, Iwan Syahril di Jakarta, kemarin.

Untuk mendorong akselerasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) di Platform Merdeka Mengajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan webinar lewat kanal YouTube Microlearning Guru Belajar bertajuk Mengoptimalkan Perencanaan Berbasis Data untuk Satuan Pendidikan, baru-baru ini.

“Melalui PBD, kita ingin memastikan peserta didik mengalami kemajuan belajar sehingga lebih kompeten dan berkarakter. Selain itu, kita juga ingin memastikan bahwa kelompok-kelompok yang termarginalkan (sulit mendapat akses pendidikan) dibantu untuk mendapatkan akses pendidikan yg berkualitas,” kata Iwan Syahril.

Lebih lanjut, Dirjen Iwan menjelaskan, terdapat empat indikator untuk mendorong transformasi dalam satuan pendidikan. Salah satunya adalah PBD.

“Indikator pertama adalah mendorong agar satuan pendidikan berpihak kepada tumbuh kembang murid. Kedua, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan dan inklusif. Ketiga, satuan pendidikan mengembangkan budaya refleksi berbasis data. Terakhir, peningkatan hasil belajar murid, terutama kompetensi fondasi seperti literasi, numerasi, dan karakter,” jelas Iwan Syahril.

Dirjen PAUD Dikdasmen menegaskan bahwa PBD dan Profil Pendidikan juga merupakan upaya kita bersama memperbaiki permasalahan peningkatan mutu pendidikan dengan lebih sederhana dan bermakna.

“Dengan PBD, kita dapat melakukan transformasi satuan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan dimulai dengan perencanaan dan penganggaran yang tepat,” terang Iwan seraya mengatakan bahwa tiga langkah penerapan PBD adalah Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).

Kendala Penggunaan Materi

Pada kesempatan yang sama, guru SMPN 4 Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Mohamad Anis dalam Sesi Tanya Jawab mengungkapkan kendala dalam memulai penggunaan materi PBD di  Platform Merdeka Mengajar.

“Sejak materi PBD muncul di Platform Merdeka Mengajar (PMM), sempat kami mengalami kendala karena kurangnya informasi sekaligus keraguan ketika bertindak, apakah langkah yang akan kami lakukan benar atau salah,” terang Anis.

Selain itu, ia mengemukakan bahwa meskipun setahun belakangan sudah ada akses internet di daerahnya namun akibat kendala letak geografis dan keterbatasan infrastruktur, Anis dan rekan sejawat mengalami kesulitan untuk mendiskusikan persoalan implementasi PBD di sekolah mereka./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kemendikdas
Humaniora

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua yang Aman dan Nyaman bagi Anak

JAKARTA, Bisnistoday - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza...

Sekjen Kemendikdasmen
Humaniora

Kemendikdasmen Dorong Tata Kelola Pendidikan yang Terintegrasi dalam RUU Sisdiknas

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan masukan terkait...

SDN Gunungsitoli
Humaniora

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 18 Satuan Pendidikan di Gunungsitoli Kep.Nias

GUNUNGSITOLI, Bisnistoday - Bagi murid dan guru di Kota Gunungsitoli, revitalisasi sekolah...

Acara bincang kesehatan yang diadakan PTPN III (dok: PTPN)
Humaniora

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar kegiatan kemanusiaan berupa...