JAKARTA, Bisnistoday- Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono diminta segera mengevaluasi atas jabatan Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) merangkap menjadi Komisaris di Perusahaan Grup Operator Jalan Tol. Hal ini menjadikan benturan kepentingan, sebagai pangawas ataupun sebagai operator jalan tol.
“Bagimana para pejabat tidak kaya raya, ternyata mereka punya banyak job, dan gaji dan tunjangan bukan hanya instansi mereka. Tapi ketika ditugaskan ke BUMN atau tempat lain, ternyata tidak gratis tapi juga mendapat tunjangan duit,” ungkap Uchok Sky Khadafi, dari Centre For Budget Analysis (CBA) di Jakarta, Minggu (12/3).
Uchok menegaskan, bahwa APBN atau pemasukan pajak untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Uang pada pejabat itu ibarat tidak habis dua turunan lamanya.
“Jadi duit para pejabat kita itu ibarat penghasilan tidak akan habis dua turunan. Apbn atau pajak kita, perintah UU buat kesejahteraan rakyat. Tapi ternyata dimakan kebanyakan oleh para pejabat kita,” tukasnya.
Menurut Uchok, daripada alokasi dana untuk membesarkan penghasilan para pejabat lebih baik untuk kesejahteraan rakyat miskin. Banyak sekarang ini, rakyat bawah sudah pada menjadi pengemis karena beratnya kehidupan mereka.
“Lebih baik uang.miliaran rupiah yang dikasih pada pejabat rangkap jabatan dialihkan saja ke yayasan penampung pengemis. Sekarang ini, Rp10 ribu itu tidak ada harganya. Dan sekarang Rakyat mulai jadi pengemis, susah cari kerja, harga-harga naik dan pendapat nol rupiah,” tuturnya.“Kasian kondisi rakyat sekarang. Pejabat mewah-mewah, tapi rakyatnya melarat banget,” cetusnya.
Merangkap Komisaris
Sejumlah pejabat BPJT yang dirangkum beberapa media yang merangkap jadi perusahaan operator antara lain; Anggota BPJT Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi sebagai Komisaris di PT Jasamarga Related Business, Anggota BPJT Unsur Akademisi Eka Pria Anas sebagai Komisaris di PT Citra Marga Nusaphala Persada
Demikian juga, Plh. Anggota BPJT Unsur Kementerian PUPR Mahbullah Nurdin sebagai Komisaris di PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, Sekretaris BPJT Triono Junoasmono sebagai Komisaris di PT Jasamarga Transjawa Tollroad. Terakhir, Kepala Bidang Investasi BPJT Denny Firmansyah sebagai Komisaris di PT Trans Marga Jateng./




