JAKARTA, Bisnistoday- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memutuskan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2022 sebesar Rp205 per saham, atau meningkat 41,4 persen dibandingkan dividen tahun buku 2021.
Dividen tunai tersebut sudah termasuk divden interin tunai tahun buku 2022 sebesar Rp34 per saham yang dibayarkan perseroan kepada pemegang saham pada 20 Desemeber 2022.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah serta dukungan dari seluruh stakeholders, termasuk pemerintah dan otoritas perbankan, sehingga BCA dapat menutup tahun 2022 dengan kinerja yang solid,” kata Direktur Utama BCA, Tahja Setiaatmadja usai RUPST di Jakarta, Kamis (16/3).
Dalam RUPST ini, perseroan juga menyetujui laporan tahunan termasuk laporan keuangan dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Sebagaimana diketahui, BCA beserta entitas anak usaha membukukan laba bersih Rp40,7 triliun pada tahun 2022, atau meningkat 29,6 persen yoy dibandingkan tahun 2021, yang merupakan rekor tertinggi selama lima tahun terakhir.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 11,7 persen yoy, sejalan dengan pemulihan yang luas di seluruh segmen pinjaman.
“Hasil keputusan RUPST, termasuk pembagian dividen tunai ini, merupakan komitmen perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkesinambungan kepada pemegang saham,” ujar Jahja.
Lebih lanjut, perseroan memberikan kuasa dan wewenang kepada dewan komisaris untuk menentukan jenis dan/atau besarnya gaji, tunjangan dan/atau fasilitas untuk para anggota direksi yang menjabat dalam dan selama tahun buku 2023.
Selain itu, memberikan wewenang kepada pemegang saham mayoritas saat ini, untuk menentukan jenis dan/atau besarnya honorarium, tunjangan dan /atau fasilitas untuk para anggota dewan komisaris yang menjabat dalam dan selama tahun buku 2023.
“Seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang positif, kami optimistis atas prospek bisnis ke depan dan melangkah secara pruden di tahun 2023, sekaligus konsisten mendukung pemulihan ekonomi di berbagai sektor,” ujar Jahja./







































